Pengamat Politik Sebut Jika Gibran dan Bobby Menang Pilkada, Pemberantasan Korupsi Bakal Terhambat
Foto: Merdeka.com

Pengamat Politik Sebut Jika Gibran dan Bobby Menang Pilkada, Pemberantasan Korupsi Bakal Terhambat

Jumat, 11 Sep 2020 | 14:00 | Anggara Putera Utama

Winnetnews.com -  Kontestasi politik di tingkat daerah tahun ini diwarnai dengan hadirnya nama putra dan menanti Presiden Joko Widodo. Terkait itu pengamat politik Ujang Komarudin memprediksi menilai pemberantasan korupsi di Kota Medan dan Solo bakal sulit berjalan, jika Bobby dan Gibran terpilih.

"Jika keduanya terpilih, maka diperkirakan pemberantasan korupsi di Medan dan Solo tidak akan efektif," ujar Ujang kepada jpnn.com, Kamis (10/9).

Menurut dosen Universitas Al-Azhar Indonesia itu, aparat penegak hukum akan enggan mengawasi apabila putra dan menantu presiden memimpin sebagai kepala daerah.

Dikarenakan, Jokowi yang menjadi kepala pemerintahan sekaligus kepala negara sehingga akan membuat aparat penegak hukum lebih sulit mengawasi keluarganya, meski ada indikasi korupsi nantinya.

"Jadi, bisa tak tersentuh hukum. Karena sebagai penguasa, hukum juga ada dalam genggaman presiden, meski hukum disebut panglima tertinggi di Indonesia," ucapnya.

Lebih lanjut ia menyoroti kondisi penerapan hukum di Indonesia saat ini.

Ia mengatakan saat ini sejumlah kalangan menganggap penegakan hukum di Indonesia belum berjalan dengan baik. Bahkan masih kerap ditemui tebang pilih dalam penegakan hukum.

"Jadi sekali lagi, tidak akan efektif. Saat ini saja ada anggapan pengawasan dan pemberantasan korupsi sedang ambyar. Hukun bisa dibolak-balik, dikondisikan dan dimainkan," pungkas Ujang.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...