Penganut <em>Bumi Datar</em> Berhasil Terbang Bersama Roket Buatannya
ilustrasi

Penganut <em>Bumi Datar</em> Berhasil Terbang Bersama Roket Buatannya

Senin, 26 Mar 2018 | 10:17 | Rusmanto

WinNetNews.com - Seorang penganut paham Bumi datar berhasil menerbangkan dirinya sendiri menggunakan roket swadaya. Apakah dalam penerbangan itu ia berhasi membuktikan Planet Biru ini tidak berbentuk bulat?

Setelah sempat beberapa kali gagal, penganut teori Bumi datar bernama Mike Hughes akhirnya sukses meluncurkan roket buatannya sendiri. Hal ini dilakukannya untuk membuktikan bahwa planet yang dihuni manusia ini 'tidak bulat'.

Pria yang kerap disebut Mad Mike ini pun turut menyertakan dirinya sendiri ke dalam roket swadaya tersebut. Mengambil tempat di Gurun Mojave, California, ia sukses menerbangkan dirinya setinggi 572 meter, sebelum kembali mendarat di Bumi dengan selamat, walau ia mengaku sedikit mengalami guncangan.

"Saya lelah terhadap orang-orang yang mengatakan bahwa saya penakut dan tidak benat-benar membuat sebuah roket. Tapi saya bisa melakukannya dan menjadi awak dari roket tersebut. Saya senang bisa melakukannya," ujarnya, seperti dikutip dari CNET, Senin (26/3/2018).

Meski sudah sukses menerbangkan dirinya menggunakan roket swadaya tersebut, Mike tidak memberikan keterangan mengenai keberhasilan eksperimennya tersebut dalam membuktikan kebenaran teori Bumi datar. Walau begitu, ia tetap percaya bahwa planet ini memiliki bentuk layaknya sebuah frisbee.

Peluncuran roket itu sejatinya tidak sepenuhnya berhasil mencapai target dari Mike. Ia mengaku menargetkan untuk mendapatkan dorongan sebesar 350 psi, namun hanya mendapatkan 340 psi.

Ia pun memiliki rencana untuk melakukan penerbangan berikutnya menggunakan kendaraan bernama Rockoon, yaitu roket yang dapat berubah menjadi balon setelah meluncur. Transformasi tersehut diharapkan oleh Hughes mampu membawanya terbang lebih tinggi. "Sekitar 10 km hingga 13 km," ucapnya.

Sebelumnya, Mike harus mengurungkan niatnya untuk terbang dengan roketnya sebanyak dua kali. Pada November 2017, ia sempat dilarang Lembaga Pertanahan Amerika Serikat terkait dengan masalah perizinan dan keamanan, Lalu, pada Februari tahun ini, roket yang dibuatnya sendiri itu mengalami kerusakan sehingga gagal meluncur. (detikcom)

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...