Pengaruh Body Shaming terhadap Mental
via homegrown.co.in

Pengaruh Body Shaming terhadap Mental

Rabu, 11 Des 2019 | 09:25 | Triana Andianie Yunita Sari

Winnetnews.com - Pada kalangan remaja, gaya hidup yang tidak sehat menjadi isu yang perlu diperhatikan terutama pola makan berlebih dan kurangnya aktivitas fisik. Hal ini menjadi salah satu acuan utama dimana angka obesitas semakin bertambah. 

Selain itu, permasalahan dari obesitas bukan hanya mengenai gaya hidup yang tidak sehat, melainkan penderita obesitas sering kali diperlakukan tidak baik atau yang kita kenal dengan body shaming

Body shaming adalah tindakan mengejek atau mengomentari fisik (bentuk maupun ukuran tubuh) dan penampilan seseorang dengan cara yang negatif.

Body shaming dapat memicu depresi

Body shaming merupakan tindakan buruk yang perlu dihentikan karena berdampak negatif pada kehidupan seseorang seperti menurunkan rasa percaya diri yang mana dapat mempengaruhi kesehatan mental ataupun merusak mental seseorang sehingga menjadi stres dan depresi.

Laporan penelitian Irene Teo dari Health Psychology Research Group, University of Houston, Texas, Amerika Serikat, mengatakan “tindakan body shaming dapat membuat seseorang menjadi depresi, body shaming menyebabkan rasa malu terhadap bentuk tubuh sehingga depresi pun meningkat”.

Seorang Psikolog bernama Lida Resika Sembiring, S. Psi. menambahkan bahwa bullying mempunyai pengaruh besar yang dapat memicu depresi pada penderita obesitas.

“Jika orang obesitas di bully terus menerus, dia akan menarik diri dari lingkungannya yang menyebabkan dia hanya ingin diam di rumah, sehingga enggan bersosialisasi dan tidak memiliki teman, hal tersebut dapat menjadi beban pikiran dan pada akhirnya membuat stress, lama lama kemudian menjadi depresi” ujarnya.

Hal ini terjadi pada seorang remaja berinisial I (20) “dulu pas gue SMA pernah dibully karena gue obesitas dan dikatain “atun” yang membuat gue down banget sampai gue setiap hari gue nangis-nangis gamau sekolah dan minta nyokap buat pindah sekolah” ujar remaja tersebut. 

“Menjadi korban bully berpengaruh banget sama mental gue, pas gue masuk kuliah tahun 2015 gue benar-benar trauma karena takut dibully, dan tidak berani untuk speak up dan gue menjadi insecure sama diri gue sendiri”, tambahnya.

Apakah anda mengalami hal yang sama? Lakukan ini saat menghadapi perlakukan body shaming

1. Mencintai diri sendiri

Cara menghadapi perlakukan body shaming yang paling utama adalah, mulai lah untuk mencintai diri sendiri dan menerima kekurangan yang Anda miliki. Karena ketika Anda bisa mencintai diri sendiri dan menerima kekurangan dalam diri Anda maka apapun yang dikatakan orang lain tidak akan menyakiti perasaan Anda. 

2. Tidak membandingkan diri dengan orang lain

Jangan membandingkan diri anda dengan orang lain, sadari bahwa setiap individu memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

3. Jangan hiraukan perkataan buruk orang lain tentang Anda 

Jangan hiraukan perkataan buruk yang dikatakan orang lain kepada Anda mulai lah untuk bersikap masa bodoh. Anggap saja ejekan atau komentar yang orang lain katakan kepada Anda merupakan bentuk iri dan kecemburuan atas kelebihan yang Anda miliki.

4. Percaya diri

Percaya diri dengan bentuk tubuh yang Anda miliki sekalipun anda dibully. Jika Anda percaya diri dengan bentuk tubuh Anda maka hal tersebut tidak akan membuat Anda stress dan depresi.

5. Jangan menutup diri dari lingkungan sekitar 

Ketika menghadapi perlakuan body shaming Jangan menutup diri dari lingkungan. Berinteraksi dengan orang lain dan memperbanyak teman terutama teman yang dapat menerima Anda apa adanya sehingga Anda tidak merasa sendiri.

Disadari atau tidak, body shaming ini memberikan dampak yang sangat membahayakan. Oleh karena itu, yuk kita mulai bersyukur dan stop body shaming!

***

 

Triana Andianie Yunita Sari adalah mahasiswi London School of Public Relations Jakarta.

 

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...