Pengasuh Pondok Pesantren Mencabuli Santriwatinya, Tokoh Adat Usulkan Mereka Dinikahkan
Ilustrasi

Pengasuh Pondok Pesantren Mencabuli Santriwatinya, Tokoh Adat Usulkan Mereka Dinikahkan

Senin, 1 Jul 2019 | 14:51 | Sofia Citradewi

Winnetnews.com - Kasus dugaan pencabulan yang dilakukan pengasuh pondok pesantren NR terhadap santriwati (16) di Pontianak, ditangani dengan menempuh jalur restorative justice.

Kasat Reskrim Polresta Pontianak AKP Rully Robinson melaporkan, sebagai upaya menyelamatkan masa depan korban, sejumlah tokoh masyarakat, adat, dan pihak pondok pesantren mengusulkan agar menikahkan pelaku dengan korban.

Meski demikian, pelaku cabul tersebut tak lepas dari proses hukum, walaupun nantinya mereka akan dinikahkan.

"Kalau cabut laporan (proses hukum dihentikan), tapi kalau gak cabut ya lanjut," kata Rully, Senin (1/7/2019).

Diberitakan sebelumnya, seorang pengasuh pondok pesantren di Kubu Raya, Kalimantan Barat, berinisial NR, diduga mencabuli santriwati berusia 16 tahun.

Berdasarkan pengakuan korban, dia pertama kali dicabuli pada tahun 2016. Saat itu korban dibujuk rayu, dan diancam akan dikeluarkan dari pondok pesantren jika melaporkan kejadian tersebut.

Kemudian, kejadian kedua di tahun 2019 saat bulan Ramadhan setelah shalat tarawih. Pelaku menjanjikan untuk menikahi korban dan menjadi istri kelimanya.

Kasus tersebut kemudian terungkap.

Karena berbagai upaya pemanggilan gagal, NR ditetapkan sebagai tersangka dan sempat masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) dalam kasus tersebut. NR telah memiliki empat orang istri, tiga diantaranya merupakan santriwatinya sendiri.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...