Skip to main content

Pengedar Uang Palsu Akhirnya Dibekuk Bareskrim di Tol JORR

Pengedar Uang Palsu Akhirnya Dibekuk Bareskrim di Tol JORR
Pengedar Uang Palsu Akhirnya Dibekuk Bareskrim di Tol JORR

WinNetNews.com - Peredaran uang palsu di masyarakat harus selalu diwaspadai. Masyarakat harus selalu cermat ketika memperoleh uang dari mana pun. Baru saha, penyidik Direktorat tindak pidana khusus Bareskrim Polri membekuk tersangka pengedar uang palsu. Petugas dan pelaku sempat melakukan kejar-kejaran di Tol JORR.

Direktur Tipid Eksus Bareskrim Polri Brigjen, Agung Setya, menyebutkan penangkapan jaringan pengedar uang palsu ini bermula pada 16 Mei lalu. Saat itu penyelidik mendapatkan informasi adanya penjual uang palsu di kawasan Taman Mini, Jaktim. Atas dasar info tersebut kemudian melakukan penyamaran sebagai pembeli uang palsu. Dan disepakati akan dilakukan transaksi Kamis (19/5).

"Kemudian sekitar pukul 15.00 WIB petugas bertemu dengan saudara W di sekitar kawasan Taman Mini, kemudian langsung dilakukan penangkapan dan penggeledahan, ditemukan 2.000 lembar uang pecahan Rp 100.000 palsu," jelas Agung.

"Kemudian sekitar pukul 15.00 WIB petugas bertemu dengan saudara W di sekitar kawasan Taman Mini, kemudian langsung dilakukan penangkapan dan penggeledahan, ditemukan 2.000 lembar uang pecahan Rp 100.000 palsu," jelas Agung.

Kemudian penyidik melakukan pengembangan kasus itu hingga ditangkap tersangka lainnya berinisial M.

"Melalui proses kejar-kejaran di jalan Tol JORR, kemudian dilakukan penggeledahan ditemukan 16.000 lembar uang palsu pecahan Rp 100 ribu," jelas Agung.

"Saat ini dua orang pelaku dan barang bukti 18.000 lembar uang palsu pecahan 100 ribu telah berada di Bareskrim Polri guna penyidikan lebih lanjut," tegas dia lagi.

Selain uang palsu sebagai bukti, disita juga 1 unit mobil CRV dan 2 unit HP terkait tindak pidana tersebut.

"Pasal yang dipersangkakan yaitu pasal 36 ayat 2 dan 3 UU nomor 7 tahun 2011 tentang Mata Uang, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun dan denda maksimal Rp 50 miliar. Motif tersangka memang untuk memperdagangkan uang palsu," tegas Agung.

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top