Pengen Bahagia? Coba Deh Banyakin Jalan Kaki
Foto: Pexels

Pengen Bahagia? Coba Deh Banyakin Jalan Kaki

Minggu, 14 Mei 2017 | 15:12 | Fellyanda Suci Agiesta

WinNetNews.com - Mereka yang menghabiskan banyak waktu duduk cenderung paling tidak bahagia, tapi kalau mau mencoba bahagia, gunakan cara simple dan hemat, berjalanlah keluar.

Menurut sebuah studi baru. "Kami berharap penelitian ini membantu orang menyadari pesan kesehatan masyarakat yang penting bahwa hanya melakukan aktivitas fisik dapat meningkatkan kesejahteraan subjektif mereka," kata penulis utama studi Gregory Panza dari University of Connecticut di AS.

"Yang lebih menjanjikan lagi, bagi orang yang tidak aktif secara fisik adalah mereka yang tidak perlu berolahraga dengan giat untuk melihat perbaikan ini, "kata Panza.

"Sebaliknya, hasil kami menunjukkan bahwa kamu akan mendapatkan yang terbaik untuk penghasilanmu dengan intensitas cahaya atau sedang. Aktivitas fisik, "tambah Panza, seperti dikutip dari Boldsky .

Aktivitas fisik ringan sama dengan berjalan-jalan santai di mal tanpa peningkatan pernapasan, detak jantung, atau keringat yang nyata, kata Profesor Kuisioner Profesor Linda Pescatello, peneliti senior di Aktivitas.

Intensitas sedang setara dengan berjalan sejauh 15-20 menit dengan peningkatan pernapasan, detak jantung, dan berkeringat, namun tetap bisa melakukan percakapan. Aktivitas yang kuat sama dengan jalan yang sangat cepat atau jogging

13 menit berjalan akan mengalami peningkatan yang sangat nyata dalam pernapasan, detak jantung, dan berkeringat sampai pada titik tidak mampu untuk melakukan percakapan. Studi ini melihat 419 orang yang umumnya sehat.

Orang dewasa yang memakai akselerometer di pinggul mereka untuk melacak aktivitas fisik selama empat hari. Orang yang tidak duduk juga melaporkan tingkat kesejahteraan subyektif yang lebih rendah, yang berarti mereka yang duduk adalah yang paling tidak bahagia, menurut penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Health Psychology.

Orang-orang yang menjalani hidup tidak tetap dan terlibat dalam aktivitas fisik ringan atau sedang menunjukkan peningkatan terbesar dalam keseluruhan rasa kesejahteraan, kata studi tersebut.

"Pola pikir 'lebih baik' mungkin tidak benar bila menyangkut intensitas aktivitas fisik dan kesejahteraan subjektif. Sebenarnya, sikap 'apapun yang lebih baik' mungkin lebih sesuai jika tujuanmu adalah tingkat kesejahteraan subyektif yang lebih tinggi," tambahnya.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...