Pengeroyokan Terhadap Guru, Orangtua Murid dan Siswa Menjadi Tersangka

Pengeroyokan Terhadap Guru, Orangtua Murid dan Siswa Menjadi Tersangka

Kamis, 11 Agt 2016 | 10:16 | Fellyanda Suci Agiesta
WinNetNews.com - Kepala Kepolisian Sektor Tamalate, Makassar, Komisaris Azis Yunus, menetapkan Adnan Achmad dan anaknya berinisial MAS, 15 tahun, sebagai tersangka kasus pengeroyokan.

Keduanya ditahan dan diancam 7 tahun penjara, dengan pasal 170 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang pengeroyokan.

Kejadian bermula saat seorang guru bernama Dasrul menegur MAS karena tidak mengerjakan PR. Lalu MAS memaki korban. Diduga Dasrul ikut memukul MAS.

Menurut Kepala Sekolah SMK Negeri 2 Makassar, Chaidir Madja, Dasrul dikenal sebagai guru yang penyabar. Ia juga dikenal tidak pernah menyentuh apalagi memukul siswa. Mungkin Dasrul memukul karena ulah anak tersebut.

Dasrul mengalami luka di bagian muka dan hidung. Diketahui, Adnan merupakan alumni dari SMK Negeri 2 Makassar.

Menurut Chaidir, orang tersebut benar-benar tidak memiliki rasa hormat maupun penghargaan kepada guru yang saat ini mengajar anaknya. Dia menyayangkan tindakan orang tua itu yang langsung melakukan tindak kekerasan.

Adnan datang ke sekolah tersebut dalam kondisi emosional. Ia langsung melabrak masuk ke halaman sekolah tanpa melapor terlebih dahulu ke piket penjagaan. Dia datang mencari wakil kepala sekolah dan teriak – teriak.

Sementara Adnan mengaku spontan memukul Dasrul karena tidak merespons baik saat Adnan datang. Rencababya Adnan ingin bicara baik – baik dengan Dasrul.

 

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...