Skip to main content

Pengrajin Batik Terancam Gulung Tikar Akibat Lemahnya Nilai Rupiah

Pengrajin Batik Terancam Gulung Tikar Akibat Lemahnya Nilai Rupiah
Pengrajin Batik Terancam Gulung Tikar Akibat Lemahnya Nilai Rupiah

image0

wingamers.com - Ketergantungan terhadap bahan baku impor membuat pusing para pengerajin batik di kawasan cikereng kecamatan cipedes tasikmalaya Jawa Barat. Anjloknya nilai tukar rupiah membuat usaha batik yang sudah dirintis selama puluhan tahun silam hampir gulung tikar.

Hal ini diakibatkan oleh kain sebagai bahan baku dan sejumlah bahan kimia untuk pembuatan batik masih mengandalkan impor. Harga bahan baku ikut naik seiring dengan naiknya nilai tukar dolar Amerika Serikat. Bahan baku seperti kapas biasanya diimpor dari negara India dan Pakistan. Menurut pemilik usaha, naiknya bahan baku tidak dapat diimbangi dengan harga penjualan barang-barang produksi. Jika melihat situasi saat ini para pengrajin mengalami kesulitan jika ingin menaikan harga penjualan. Hal ini disebabkan daya beli masyarakat semakin menurun akibat pengaruh melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Untuk mengatasi situasi tersebut sejumlah pengrajin batik mensiasati dengan cara mengurangi jumlah produksi batik. Jika biasanya pengrajin memproduksi batik tulis dan batik cap, namun saat ini pengrajin hanya memproduksi batik cap saja. Langkah tersebut dilakukan agar lebih menghemat biaya produksi dan menghemat waktu poduksi. Beberapa pengrajin juga terpaksa mengurangi jumlah tenaga kerja karena ongkos tenaga kerja pun ikut naik.

Melihat kondisi yang terjadi saat ini perlu ada langkah khusus pemerintah untuk menyelamatkan industri kecil dan menengah dari ancaman kebangkrutan. Sebab tidak sedikit masyarakat yang bergantung pada industri kerajinan batik ini. Jika banyak industri yang gulung tikar, maka angka pengangguran pun semakin bertambah. (rk)

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top