Penguatan Data Ekonomi AS Tekan Harga Emas

Muchdi
Muchdi

Penguatan Data Ekonomi AS Tekan Harga Emas

WinNetNews.com - Harga emas melemah pada perdagangan Jumat (Sabtu pagi waktu Jakarta) setelah keluarnya laporan ekonomi Amerika Serikat (AS) yang menunjukkan penguatan untuk periode Maret kemarin.

Mengutip Wall Street Journal, Sabtu (2/4/2016), harga emas untuk pengiriman Juni ditutup turun 1 persen menjadi US$ 1.223,50 per troy ounce di Divisi Comex New York Mercantile Exchange.

Ekonomi AS pada kuartal I 2016 kemarin menunjukkan penguatan yang terlihat dari membaiknya data tenaga kerja dan juga data manufaktur. Para pengusaha terus menambah pekerjaan dan aktivitas pabrik terus berkembang untuk pertama kalinya sejak musim panas tahun lalu.

Selain itu, penjualan kendaraan bermotor terutama mobil terus meningkat dan merupakan penjualan terbaik dalam satu dekade terakhir. Sebelumnya, sama seperti properti, penjualan mobil terus menurun.

 

Angka ekonomi yang kuat tersebut mendorong argumen dari beberapa pejabat Bank Sentral AS atau The Fed yang menyatakan bahwa perekonomian AS telah pulih.

Dengan pemulihan ekonomi AS tersebut membuat perkiraan bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga atau menjalankan kebijakan pengetatan moneter dalam waktu dekat ini semakin besar.

Dengan kenaikan bunga tersebut membuat emas harus berjuang keras. Pelaku pasar lebih memilih untuk berinvestasi di obligasi karena memberikan imbal hasil yang lebih menguntungkan.

 

"Harga emas terbebani dengan data yang keluar," jelas broker LOGIC Advisors Bill O'Neill. Dengan data yang baik tersebut beberapa orang mengambil aksi jual agar memperoleh keuntungan sehingga menekan emas.

Sepanjang kuartal I 2016 ini harga emas telah mengalami kenaikan 16,5 persen. Keuntungan yang terbaik yang mampu dibukukan oleh emas dalam 30 tahun terakhir.

Sumber&Foto: Liputan6, Jakarta

Apa Reaksi Kamu?