Penjelasan Gubernur BI Soal Perekonomian RI di Akhir 2015

Penjelasan Gubernur BI Soal Perekonomian RI di Akhir 2015

WinNetNews.com - Menjelang pergantian tahun dari 2015 ke 2016 ini, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo tetap bekerja seperti biasa. Siang ini, Agus menghadiri rapat koordinasi di Kantor Kemenko Perekonomian, Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.

Agus mengungkapkan bahwa pihaknya menyampaikan kondisi perekonomian Indonesia hingga akhir 2015 ini kepada Men‎ko Perekonomian Darmin Nasution. Pertama, inflasi sepanjang tahun ini hanya berada di kisaran 3%, lebih baik dari asumsi pemerintah dalam APBN yang sebesar 5%.

"Kalau dari sisi moneter, kita melihat bahwa betul inflasi mungkin ada sedikit lebih tinggi dari 3%. Tadinya kita melihat itu ada dibawah 3%, tapi mungkin nanti realisasinya diatas 3%, karena memang ada beberapa komoditas holtikultura seperti cabai, bawang yang memberi tekanan, termasuk misalnya telur ayam yang akhir tahun ada peningkatan. Termasuk juga ada (kenaikan) biaya transportasi udara. Jadi (inflasi) ada dikisaran 3%," papar Agus saat meninggalkan Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (31/12/2015).

Kedua, Agus memaparkan kondisi defisit transaksi berjalan atau current account defisit (CAD) juga mengalami perbaikan. Diperkirakan sampai dengan akhir tahun ini, defisit tercatat sebesar US$ 17 miliar, yang masih lebih baik dibanding 2014 yang defisit US$ 27 miliar.

Terakhir, Agus menuturkan bahwa kurs rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibeberapa hari terakhir jelang pergantian tahun. Tapi, ia menggaris bawahi bahwa pelemahan rupiah ini lebih disebabkan oleh faktor eksternal. Hampir semua mata uang di dunia saat ini tersungkur akibat penguatan dolar. Penguatan dolar dan jatuhnya harga minyak dunia ini membuat harga-harga komoditas juga anjlok. Meski demikian, fluktuasi rupiah masih terkendali.

disadur dari situs detik finance