Skip to main content

Penjelasan Gubernur BI Soal Terpuruknya Rupiah

Penjelasan Gubernur BI Soal Terpuruknya Rupiah
Penjelasan Gubernur BI Soal Terpuruknya Rupiah

Pelemahan nilai mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus berlanjut. Depresiasi rupiah mencapai 10,16 persen pada Rabu (12/8/2015) kemarin.

Penyebab terpuruknya kurs rupiah dan sejumlah mata uang negara lain adalah karena kebijakan China yang sengaja melemahkan (devaluasi) mata uang Yuan.

Negeri Tirai Bambu ini, sengaja mendepresiasi Yuan sebesar 1,9 persen terhadap dolar AS pada 11 Agustus 2015. Kemudian kembali melemahkan mata uangnya 1,6 persen di 12 Agustus 2015.

"Kebijakan ini dilakukan China karena melihat terjadi pelemahan kinerja ekspor dari tumbuh positif menjadi negatif, banyaknya capital outflow, sehingga kebijakan tersebut berdampak negatif terhadap mayoritas hampir seluruh mata uang di dunia, termasuk Indonesia," papar Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus Martowardojo.

Parahnya lagi, dikatakan Agus, data terkini AS di sektor ketenagakerjaan mengindikasikan pertumbuhan positif sehingga diperkirakan penyesuaian suku bunga acuan AS akan lebih cepat.

BI, dia memastikan akan terus menjaga stabilitas makro ekonomi dan stabilitas sistem keuangan melalui bauran kebijakan. "BI menempuh kebijakan pruden dalam mencapai target inflasi, menjaga likuiditas perekonomian di tingkat pusat dan daerah, melakukan stabilisasi di pasar valas, aturan penggunaan rupiah di NKRI dan sebagainya," cetus Agus.

Sementara itu menurut Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro, kondisi makro ekonomi Indonesia terkendali meski ada tantangan besar dari eksternal maupun domestik. (jk)

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top