Penjelasan Singapura soal Pemeriksaan Letjen (Purn) Suryo Prabowo

Penjelasan Singapura soal Pemeriksaan Letjen (Purn) Suryo Prabowo

Sabtu, 20 Agt 2016 | 12:29 | Rusmanto
WinNetNews.com - Mantan Kasum TNI, Letjen (Purn) Suryo Prabowo, sempat tertahan di Bandara Changi Singapura karena disebut masuk dalam daftar hitam. Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo protes. Apa penjelasan Imigrasi Singapura?

Dalam situs resminya hari ini, Sabtu (20/8/2016), Immigration and Checkpoints Authority mengeluarkan rilis terkait Suryo Prabowo. Tak disebutkan soal masuknya Suryo Prabowo dalam daftar hitam. Hanya ada penjelasan soal pemeriksaan di bandara.

Dijelaskan, Suryo Prabowo tiba di Singapura pada 17 Agustus 2016 sekitar pukul 05.35 waktu setempat. Dia diwawancara oleh petugas pemeriksa selama 30 menit.

"Telah diinformasikan bahwa wawancara itu merupakan bagian dari prosedur keamanan bandara. Setelah wawancara selesai, dia (Suryo Prabowo) diizinkan terbang," demikian tertulis dalam rilis tersebut.

"Sebagai bagian keamanan bandara, pengunjung atau turis bisa jadi diwawancara. Proses ini dilakukan di seluruh pos pemeriksaan."

Suryo Prabowo adalah Kepala Staf Umum TNI pada periode 1 April 2011-30 Juni 2012. Ia sempat menjadi Wakil Gubernur Timor Timur pada tahun 1998. Perwira TNI AD korps Zeni ini adalah alumni Akabri tahun 1976 dan peraih Adhi Makayasa, dan Tri Sakti Wiratama sebagai taruna lulusan terbaik.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...