Penjualan di Mal Turun 30% Saat Aksi Teroris di Thamrin

Penjualan di Mal Turun 30% Saat Aksi Teroris di Thamrin

Senin, 18 Jan 2016 | 16:36 | Rusmanto
WinNetNews.com - Ledakan dan aksi teroris di kawasan Thamrin pada Kamis, 14 Januari 2016 lalu sempat mempengaruhi minat masyarakat berkunjung ke pusat perbelanjaan. Angka penjualan sempat turun saat peristiwa itu terjadi.

"Memang ada penurunan di dalam sales 20%-30% di hari pertama (saat peristiwa terjadi)," ujar Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Handaka Santosa dalam konferensi pers di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Senin (18/2/2016).

Meski begitu, pusat-pusat perbelanjaan di Jakarta tetap beroperasi seperti biasa sejak terjadinya ledakan dan seterusnya, hanya segelintir pusat belanja di sekitar lokasi ledakan yang tutup.

Namun, melorotnya angka penjualan hanya terjadi sehari saja. Sebab, menurut Handaka, mal-mal sudah kembali ramai seperti biasa dalam 2 hari pasca ledakan.

"Kita lihat Jumat sudah normal, Sabtu sudah seperti biasa. Hari kedua sales sudah normal lagi, Sabtu-Minggu kemarin sudah normal lagi," ucap Handaka.

Untuk mencegah adanya serangan teror ke pusat-pusat belanja lagi, para pengelola pusat perbelanjaan kini telah memperketat pengamanan. Kerjasama dengan aparat keamanan diperkuat, karyawan di pusat belanja juga diminta ikut mengawasi keadaan.

Pihaknya yakin aksi teror serupa ke depan dapat lebih diantisipasi. Apalagi aparat kepolisian telah menunjukkan kesigapannya pada 14 Januari lalu sehingga membuat masyarakat merasa aman.

"Aparat keamanan kita bertindak dengan tepat, ini menyebabkan kita merasa lebih aman dan bersatu. Kami sudah meningkatkan pengamanan, kami bekerjasama juga dengan aparat Kepolisian dan TNI, apabila ada sesuatu kita akan meminta diamankan. Kemudian untuk intern sendiri, karyawan diminta lebih awas," tutur Handaka.

disadur dari situs detik finance

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...