(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Penjualan Lesu, Gaji Buruh Pabrik Apple Turun 25%

Rusmanto
Rusmanto

Penjualan Lesu, Gaji Buruh Pabrik Apple Turun 25% ilustrasi
Winnetnews.com - Lesunya penjualan iPhone berdampak pada para buruh pabrik perakitannya yang dikelola oleh perusahaan asal Taiwan, Foxconn. 

Foxconn punya pabrik di berbagai wilayah China. Misalnya di provinsi Henan yang menjadi salah satu pusat perakitan iPhone terbesar. 

Laporan South China Morning Post menyebutkan gaji para pekerja di sana turun sampai 25%. Itu karena masa puncak pembuatan iPhone, di mana produksi diperbanyak untuk musim belanja akhir tahun, tidak selama sebelumnya. 

Hal itu berdampak para buruh sulit menambah gaji pokok karena lembur tak banyak tersedia. Rata-rata, buruh di sana digaji antara USD 299 sampai USD 447 per bulan. 

Pertanda lain lesunya penjualan berdampak pada buruh adalah banyak pekerja musiman, yang disewa selama masa puncak produksi, keluar lebih cepat karena masa kerja yang pendek. 

Berbagai fasilitas untuk pekerja juga dikurangi Foxconn. Misalnya layanan transportasi kapal gratis dihentikan. Juga layanan laundry cuma-cuma. Akibatnya, buruh harus keluar ongkos lebih banyak. 

Seorang karyawan mengatakan masa puncak produksi iPhone tahun 2018 hanya berlangsung 20 hari. Padahal biasanya sampai 5 bulan di tahun sebelumnya.

Karena tekanan vendor asal China dan minim inovasi, penjualan iPhone memang tak sebaik masa lalu. Laporan IDC menyebutkan penjualan iPhone di China pada kuartal IV 2018 anjlok 20%.

 

 

 

Artikel ini telah tayang di www.detik.com dengan judul "Penjualan iPhone Lesu, Gaji Buruh Pabriknya Anjlok"

Apa Reaksi Kamu?

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});