(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Pentingnya bagi Perusahaan untuk Mempekerjakan Penyandang Autisme

Esther Christabella
Esther Christabella

Pentingnya bagi Perusahaan untuk Mempekerjakan Penyandang Autisme autismworksnow.org

Setelah melalui berbagai diskusi dan penelitian, Dr. Widodo Judarwanto, pemimpin redaksi klinikautis.com menduga bahwa seperti halnya di negara lain, terdapat pula peningkatan penyandang difabel di Indonesia. Penelitian menunjukkan bahwa terdapat sekitar 12.800 anak penyandang autisme dan 134.000 penyandang autisme di Indonesia. Menurut survei yang dilakukan oleh autism.org, hanya 16% orang dewasa dengan Autistic Spectrum Disorder yang bekerja penuh waktu dan hanya 32% yang bekerja paruh waktu.

Meskipun individu penyandang autisme sering mengalami tingkat kecemasan yang dapat menyulitkan mereka untuk menggeluti dunia pekerjaan, saya percaya bahwa penyandang autisme dewasa berhak mendapatkan hak yang sama seperti orang dewasa lainnya, mereka membutuhkan lingkungan pekerjaan yang dapat menerima  dan membantu mereka mengelola kemampuan untuk mencapai sukses di dunia pekerjaan.

Saat ini, dibutuhkan peran dari berbagai bisnis untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dikarenakan banyaknya stigma dan diskriminasi yang terjadi seputar isu ini. Hak untuk mendapat pekerjaan di lingkungan yang baik, serta akomodasi bagi penyandang autisme untuk bekerja secara efektif sangatlah penting untuk mengatasi masalah ini. Solusi ketenagakerjaan untuk penyandang autisme harus sama beragamnya dengan individu tersebut, oleh karena itu tulisan ini secara khusus bertujuan untuk menginformasikan berbagai perusahaan pentingnya untuk mengambil bagian dalam menyelesaikan masalah menyangkut autisme dan ketenagakerjaan.

Peusahaan seperti Microsoft telah meluncurkan program untuk menarik calon karyawan penyandang autism dan khususnya di Jakarta, semakin banyak perusahaan yang mulai mencari karyawan dari kelompok difabel seperti : Bank Mandiri, L'ORÉAL Indonesia, Standard Chartered Bank, Tetra Park, Trans Retail Indonesia.

Dengan harapan bahwa lebih banyak lagi perusahaan yang akan mengikuti jejak mereka, berikut adalah pentingnya mempekerjakan individu penyandang autisme yang berbakat di bidang nya:

Individu penyandang autisme memiliki produktivitas yang tinggi dan kemampuan teknis seperti coding dan programming,mereka juga memiliki daya ingat yang sangat baik. Dengan adanya tenaga kerja yang beragam, manager perusahaan tentunya mengasah skill komunikasi mereka. Dikarenakan individu penyandang autisme biasanya memiliki minat yang kuat dan spesifik, ada baiknya jika manager dan pemimpin bisnis menempatkan mereka di tempat yang tepat. Setiap orang akan senang jika bekerja di bidang yang mereka sukai. Pengusaha tidak hanya harus menyadari kekuatan setiap karyawan mereka, mereka juga harus belajar mengenai beberapa kelemahan kaaryawan, dan cara terbaik untuk mengakomodasi kelemahan tersebut untuk mencapai hasil yang lebih baik.

Sehingga untuk memenuhi mandat UU No. 8 tahun 2016 mengenai penyandang disabilitas dan ketenagakerjaan, kita harus menyadari bahwa memiliki pekerjaan yang baik adalah hak para penyandang disabilitas yang dapat terlaksana melalui hasil kerjasama antara pemerintah, perusahaan serta institusi.

Apa Reaksi Kamu?

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});