Pentingnya Mengajarkan Toleransi Pada Anak

Pentingnya Mengajarkan Toleransi Pada Anak

Sabtu, 23 Jan 2016 | 10:23 | Muhammad Takdir
WinNetNews.com - Walau tiap keluarga memiliki nilai masing-masing yang ditanamkan, perkembangan anak juga sangat dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya. Jadi, cobalah sebagai orang dewasa atau orangtua kenalkan anak-anak dengan keberagaman, tanpa meninggalkan nilai yang telah ditanamkan dari keluarga. Hal ini agar anak nantinya dapat hidup dan melakukan interaksi yang lancar di lingkungan heterogen.

Indonesia merupakan negara yang terkenal akan keberagamannya pada berbagai sisi kehidupan, khususnya agama, suku, ras, dan budaya. Hal tersebut pun berkaitan dengan adanya perbedaan fisik pada tiap orang yang berasal dari wilayah berbeda.

Tak jarang, perbedaan ini justru menimbulkan pandangan negatif atau bahkan saling ejek. Hal ini bisa jadi masalah serius bila terjadi di kalangan anak-anak. Untuk itulah peran orangtua sangat dibutuhkan saat anak menghadapi masalah tersebut.

Nathanael EJ Sumampouw, Psikolog dari Universitas Indonesia mencontohkan di suatu daerah di Indonesia, sempat ada satu desa yang sengaja memutarkan lagu-lagu anak berbau kebencian terhadap desa sebelahnya. Tentu saja lagu tersebut dibuat dengan bahasa daerahnya. Kondisi ini akan 'meracuni' pikiran anak-anak di daerah sana untuk melihat segala yang berbeda dalam konotasi negatif.

 

Sebagai orangtua, Anda harus mengetahui apa reaksi anak tentang orang yang berbeda dengannya, baik fisik, bahasa dan lainnya.

"Kalau ternyata mereka melihat sisi negatifnya, dan justru mencela atau menertawakannya, orangtua harus memberikan penjelasan logis lainnya soal hal ini. Katakan pada anak bahwa setiap orang memiliki potensi masing-masing tanpa melihat latar belakang fisik atau perbedaan lainnya," ucapnya dalam Forum Ngobras (Ngobrol Bareng Sahabat) di Nutrifood Inspiring Centre, Menteng Square, Jakarta, belum lama ini.

“Jangan memperkeruh keadaan, orangtua tidak mewarisi kebencian, pandangan negatif yang bias, dan tidak objektif kepada anaknya. Karena ke depannya anak-anak akan bersosialisasi dengan orang atau siapapun dari berbagai kelompok di kehidupannya,” ujarnya.

(seperti dilansir dari CNN Indonesia)

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...