Pentingnya Meningkatkan Kesadaran Tentang Isu Bunuh Diri
MARJAN4782/STOCK.ADOBE.COM

Pentingnya Meningkatkan Kesadaran Tentang Isu Bunuh Diri

Kamis, 2 Jan 2020 | 17:51 | Andrea Raynee

Winnetnews.com - Bunuh diri adalah hal yang masih tabu untuk dibicarakan di Indonesia, khususnya di kalangan milenial. Kenyataannya, angka bunuh diri di Indonesia semakin meningkat dari tahun ke tahun. Menurut data WHO, per tahun 2019, dari ratusan juta penduduk di Indonesia, satu orang meninggal dunia akibat bunuh diri per 1 jam.

Salah satu faktor besarnya angka bunuh diri di Indonesia adalah depresi. Hal ini karena minimnya pendidikan tentang kesehatan mental dan kebiasaan memandang buruk pasien yang mengalami depresi.

Menurut AM (nama disamarkan), dia pernah melakukan percobaan bunuh diri karena merasa depresi dengan masalah akademis di kampusnya, AM merasa mempunyai beban berat dengan dunia perkuliahan di semester akhir. AM pun melakukan percobaan bunuh diri pada bulan Oktober 2019, tetapi berhasil dihentikan oleh temannya.

“Saya merasa berada di titik terendah dalam hidup saya, sampai akhirnya saya memutuskan untuk mencoba melakukan bunuh diri. Tapi karena mendapat pertolongan dari teman saya, saya jadi sadar kalau masih ada orang yang peduli dengan saya,” kata AM.

Peduli dengan orang di sekitar kita sangat penting, hal ini harus dilakukan untuk mengetahui keadaan dan kesehatan mental mereka. Mengutip Lifestyle Kompas, kita bisa membantu orang yang sedang mengalami depresi dengan cara sebagai berikut:

1. Menanyakan keadaan

Dengan menanyakan keadaannya, orang tersebut akan merasa dipedulikan oleh orang disekitarnya.

2. Mendampingi saat sedang ada masalah

Selalu mendampingi disaat orang tersebut sedang ada masalah atau sekedar membutuhkan teman.

3. Mendengarkan curhat

Menjadi pendengar yang baik dengan mendengar curhat dan keluh kesah dari orang tersebut.

4. Menyarankan untuk pergi ke psikiater jika masalahnya sudah serius

Jika masalah sudah serius, ada baiknya untuk menyarankan pergi ke psikiater supaya orang tersebut mendapatkan penanganan yang lebih baik.

Dikutip dari hellosehat.com, kita bisa mengetahui ciri ciri pengidap kecenderungan bunuh diri, yaitu:

1. Tidak punya harapan hidup

Merasa tidak punya tujuan hidup dan tidak perlu melanjutkan hidup.

2. Perasaan sedih yang esktrem

Selalu merasa sedih yang berlebihan dan menjadi moody.

3. Masalah tidur

Waktu tidur menjadi berkurang atau suka begadang tanpa istirahat yang cukup.

4. Perilaku menyakiti diri sendiri

Suka menyakiti diri sendiri dengan berbagai cara. Hal ini juga bisa disebut dengan “Self Harm”.

Karena semakin banyaknya kasus bunuh diri di Indonesia, hal ini sangat penting untuk diambil serius. Pendidikan tentang kesehatan mental, membuat rumah sakit khusus untuk kesehatan mental dan penyediaan hotline untuk pencegahan bunuh diri harus di pertimbangkan untuk disediakan bagi warga Indonesia. 

Ada baiknya hal ini lebih diperhatikan oleh semua orang karena orang depresi atau memiliki kecenderungan bunuh diri cenderung tidak terlihat dari luar, jadi kita harus lebih peka supaya angka bunuh diri bisa lebih berkurang. (*)

 

---------------
Andrea Raynee adalah mahasiswi London School of Public Relations Jakarta.
*) Opini penulis dalam artikel ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi Winnetnews.com.

 

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...