(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Penurunan Harga BBM Sia-sia Jika Sembako dan Transport Masih Mahal

Rusmanto
Rusmanto

Penurunan Harga BBM Sia-sia Jika Sembako dan Transport Masih Mahal

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) tidak akan efektif jika tak diiringi dengan penyesuaian harga kebutuhan pokok dan tarif transportasi. Lembaga ini justru mendukung pemerintah untuk mempertahankan harga BBM pada saat ini.

Baca juga: JOKOWI INGIN BBM TURUN dan HARGA PREMIUM TETAP RP 7.300/LITER

Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi mengungkapkan, struktur masyarakat maupun ekonomi Indonesia belum siap dengan fluktuasi harga BBM mengikuti mekanisme pasar seperti yang diterapkan di Eropa, Amerika Serikat (AS) dan negara lain.

"Harusnya tidak perlu turunkan harga BBM, tapi bikin dana tabungan atau oil fund untuk menyangga ketika harga minyak dunia naik lagi. Jadi pemerintah tidak perlu menaikkan harga BBM dan kita tidak terombang ambing flktuasi harga di pasar yang berimbas ke masyarakat," ujar dia di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Minggu (4/10/2015).

Ketika harga jual BBM naik, lanjut dia, sebelum pengumuman, harga barang atau kebutuhan pokok maupun tarif angkutan umum sudah melonjak. Sementara saat penurunan harga BBM yang sudah terjadi berkali-kali, harga kebutuhan pokok dan tarif angkutan tak kunjung mengalami penyesuaian.

"Kalau dua hal itu tidak bisa dilakukan, penurunan harga BBM tidak akan ada gunanya. Justru membuat sakit hati masyarakat, karena yang menikmati cuma pemilik kendaaan bermotor. Sementara harga kebutuhan pokok tidak pernah turun karena ada dominasi kelompok tertentu yang melakukan monopoli dan kartel komoditas pangan," papar Tulus. 

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});