Penyebab Konflik Tanjungbalai Menurut Lukman Hakim

Rani
Selasa, 02 Agustus 2016 11:13 WIB
Oleh Rani pada Selasa, 02 Agustus 2016 11:13 WIB
Image Penyebab Konflik Tanjungbalai Menurut Lukman Hakim

WinNetNews.com - Menteri Agama (Menag), Lukman Hakim Saifuddin menyayangkan kerusuhan berbau SARA di Tanjung Balai, Sumatra Utara, Sabtu (30/7). Kemenag sudah menerjunkan pajabatnya untuk mendalami persoalan tersebut.

"Kami terus melakukan pendalaman dengan kepolisian dan aparat hukum lainnya," ujar Lukman, di Hotel Aryaduta Jakarta Pusat, Senin (1/8) malam.

Sejauh ini, kata Lukman, tidak ditemukan kerusuhan yang dipicu oleh persoalan agama. Menurut Lukman, hal tersebut lebih kepada permasalahan etnis. Lukman menuturkan, terkait isu etnis sudah lama ada dalam masyarakat setempat. Kerusuhan yang terjadi merupakan ledakan dari bibit persoalan yang sudah lama terpendam.

"Jadi pembakaran rumah ibadah itu sebenarnya bentuk pelampiasan dari masyarakat yang marah," kata Lukman.

Di samping itu, masyarakat terprovokasi oleh isu negatif dari media sosial. Sebab itu, polisi sedang mengusut isu negatif yang diposting melalui media sosial. Namun kerusuhan tersebut harus diambil hikmahnya. Lukman mengatakan, komunikasi antartokoh agama menjadi semakin diintensifkan.

"Dan Alhamdulillah telah dicapai kesepakatan dengan tokohh agama dan masyarakat," ucap Lukman.

Sebelumnya, kerusuhan tersebut mengakibatkan sejumlah rumah ibadah dibakar. Polri menyebut kerusuhan tersebut dipicu oleh isu negatif yang diposting melalui media sosial.

Waspadai Bumbu Masakan Ini
Ciri-ciri Kalau Kamu Diikuti Makhluk Halus

Reaksi Kamu

Tanggapan Pembaca

    Belum ada Tanggapan

    Jadilah yang pertama memberikan tanggapan

Sekilas Tentang WinNetNews

Situs WinNetNews.com merupakan portal berita dan informasi teraktual perihal berbagai peristiwa di nusantara maupun mancanegara. Kelengkapan, keakurasian serta aktualitas berita dan informasi WinNetNews.com telah membuat tingkat baca artikel-artikelnya naik secara signifikan walaupun usia WinNetNews.com sebagai portal berita baru seumur jagung.