Penyebab Nyeri Haid yang Tak Biasa dan Perlu Diwaspadai
Foto: The Statesman

Penyebab Nyeri Haid yang Tak Biasa dan Perlu Diwaspadai

Kamis, 21 Mei 2020 | 16:04 | Nurul Faradila

Winnetnews.com -  Rasa nyeri yang timbul saat menstruasi merupakan sesuatu yang kerap kali dialami oleh seorang wanita. Rasa tidak nyaman tersebut terjadi karena beberapa faktor, seperti usia, keturunan, haid yang tidak teratur, hingga aliran darah yang deras.

Gejala yang muncul pun biasanya berupa kram perut, nyeri punggung, mual, hingga kepala yang terasa sakit. Meski begitu, terdapat penyebab nyeri haid yang tidak biasa dan akan memicu rasa sakit yang kuat.

Penyebab seperti umumnya terjadi karena penyakit atau kondisi tertentu atau disebut juga dismenore sekunder. Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini adalah beberapa penyebab nyeri saat haid yang tidak normal.

Endometriosis

Ini adalah salah satu penyebab nyeri haid yang tidak normal. Gangguan yang menyebabkan jaringan dinding rahim tumbuh pada bagian luar. Bahkan, bisa tumbuh pada ovarium, usus, dan panggul.  Endometriosis terjadi karena perubahan hormone selama siklus menstruasi. Kadar hormone yang berlebih dapat membuat jaringan tumbuh tidak wajar.

Endometriosis ditandai dengan nyeri panggul dan pinggang saat haid, nyeri di bagian bawah perut sebelum dan saat menstruasi, mengalami kram satu atau dua minggu sebelum dan selama haid, pendarahan yang berat, hingga sakit saat buang air besar.

Radang pinggul

Penyakit ini terjadi karena adanya infeksi pada organ reproduksi wanita. Infeksi dapat muncul saat bakteri yang ditularkan melalui hubungan seks tanpa kondom masuk dari vagina ke rahim, tuba fallopi, atau ovarium. Penyakit ini sering disebabkan oleh gonore (kencing nanah) dan klamidia.

Radang pinggul ditandai dengan nyeri di perut bagian bawah dan panggul, mengalami keputihan tidak normal dengan bau menyengat, pendarahan pada rahim yang tidak normal, sakit ketika berhubungan intim, demam disertai menggigil, dan sakit ketika buang air kecil.

Adenomiosis

Adenomiosis adalah kondisi ketika sel-sel yang biasanya tumbuh di luar rahim justru tumbuh di dalam otot rahim. Selama siklus haid, sel-sel yang terperangkap itu akan merangsang pendarahan lebih parah dari biasanya. Ini menjadikan nyeri yang tidak tertahankan saat sedang haid.

Gejala yang terjadi pun beragam, seperti pendarahan yang lebih berat dari biasanya, pendarahan di antara periode, kram rahim yang menyiksa, sakit di daerah pinggul, terasa seperti ada tekanan di kantung kemih dan dubur, serta sakit ketika buang air besar. Penyebab adenomisis pun tidka diketahui secara pasti. Diduga kondisi ini dapat muncul sejak janin masih dalam kandungan. Peradangan pada rahim akibat operasi pun juga dapat menjadi pemicunya. Oleh karena itu jika mengalami gejala adenomisis, lebih baik segera periksakan ke dokter.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...