Skip to main content

Penyelundupan 14,1 Kg Sabu di Tabung Selam Berhasil digagalkan Polisi

Penyelundupan 14,1 Kg Sabu di Tabung Selam Berhasil digagalkan Polisi
Penyelundupan 14,1 Kg Sabu di Tabung Selam Berhasil digagalkan Polisi

WinNetNews.com - Hai Winners! Saat ini pemakaian dan pengedaran narkoba sudah sangat meresahkan masyarakat Indonesia. Narkoba adalah penyakit yang bisa membunuh masa depan generasi bangsa secara perlahan-lahan. Upaya pemberantasan peredaran narkoba terus menerus dilakukan. Dikutip dari situs Detik, baru-baru ini Mabes Polri menggagalkan penyelundupan 14,1 kg sabu sindikat international yang disembunyikan di dalam tabung alat selam. Sindikat ini menggunakan jasa pengiriman ekspedisi lintas negara untuk selundupkan sabu antar negara.

"Ditnarkoba Mabes Polri mengungkap sindikat international jaringan Taiwan dan Nigeria dengan jumlah tersangka 4 orang yakni Lee Chun Wei dan Sioa Zheng Long keduanya merupakan warga negara Taiwan, sertta 1 warga negara Indonesia Kamina. Sedangkan kasus yang berbeda warga negara Nigeria Nwaeze Mbamaeze Banjamin," ujar Wadir Dirtipid Narkotika Mabes Polri, Kombes Aji Nugroho dalam konfrensi pers di kantornya, Cawang, Jakarta Timur, Senin (18/4/2016).

Awalnya pengungkapan ini ketika, tim khusus Subdit 5 mendapati informasi pengiriman paket 2 tabung selam dari Tiongkok. Paket tersebut dikirim melalui jasa pengiriman ekspedisi jalur laut. Tim Subdit 5 pun melakukan control delivery ke salah satu apartemen di kawasan Jakarta Barat. Penyidik pun meringkus Lee Chun Wei yang baru turun dari taksi di kawasan Grogol.

Hasil pengembangan lanjut Nugroho, anggota mengamankan satu tersangka yakni Sioa Zheng Long. Hasil pengeledahan didapati 12,1 Kg paket sabu berserta 5 buah tabung selam dan timbangan. Selain 2 warga negara Taiwan, tim juga mengamankan Warga negara Indonesia yang berperan sebagai penerjemah dan juga pengedar barang haram I tersebut.

"Sindikat ini sudah dipantau selama 3 minggu, yang kemudian kita lakukan pengembangan ke apartemen sebagai gudang penyimapanan barang haram tersebut," kata Nugroho.

Tidak terhenti dari paket Ekspedisi dari Guang Zho, Subdit 2 Dirtipid Narkotika juga mendapati informasi pengiriman ekspedisi berupa ikan asin ke bandara Soekarno Hatta. Dari hasil pemeriksan ternyata paket ikan asin itu berisikan sabu seberat 2 kg.

Tim pun bekerja sama dengan jasa pengiriman ekspedisi untuk melakukan control delivery terhadap paket bernomor 5777802552 dengan tujuan alamat di Jakarta. Anggota pun mendapati paket tersebut diambil oleh warga negara Nigeria Nwaeze Mbamaeze Banjamin.

"Dari hasil pemeriksaan tim tidak mendapati adanya keterlibatan jasa Ekspedisi, justru keberadaan mereka selalu membantu kami jika ada paket yang mencuriga," pungkasnya.

Sumber: Detik

Foto: Antara

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top