Penyerapan Anggaran Jakarta Terendah di Indonesia

Rusmanto
Rusmanto

Penyerapan Anggaran Jakarta Terendah di Indonesia

WinNetNews.com - Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi mengaku langsung membahas tentang penyerapan anggaran DKI Jakarta yang terendah di Indonesia bersama dengan pimpinan Dewan lainnya.

Sebelum diwawancarai, Prasetio memang baru saja melakukan rapat tertutup bersama tiga wakil DPRD, Mohamad Taufik, Abraham Lunggana, dan Triwisaksana.

Selain itu, ada pula Sekretaris Dewan Muhammad Yuliadi. Setelah pertemuan tertutup itu, Prasetio melakukan rapat bersama tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) DKI.

Meski tidak khusus membicarakan penyerapan, Prasetio menegaskan semua tema rapat mereka bertujuan untuk peningkatan penyerapan anggaran DKI.

Sebelumnya, memasuki akhir tahun 2015, sedikit demi sedikit tingkat penyerapan anggaran mulai meningkat.

Namun, ada beberapa daerah yang penyerapan anggarannya tak menunjukkan perbaikan. Salah satunya adalah DKI Jakarta yang tak lepas dari posisi buncit sejak bulan Juli 2015 lalu hingga saat ini.

Berdasarkan data Dirjen Bina Keuangan Daerah, lima daerah dengan tingkat penyerapan anggaran tertinggi adalah Gorontalo (63,1 persen), Maluku Utara (63 persen), Kalimantan Tengah (62,9 persen), Nusa Tenggara Timur (57,6 persen), dan Sulawesi Tenggara (56,9 persen).

Sementara itu, lima daerah dengan penyerapan anggaran terburuk adalah DKI Jakarta (19,39 persen), Papua (21,74 persen), Kalimantan Utara (23,7 persen), Papua Barat (28,86 persen), dan Riau (29,8 persen). Pada bulan Juli lalu, DKI Jakarta juga menjadi daerah terburuk dalam hal penyerapan anggaran. 

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});