Penyesalan Wiranto Jelang Pelantikan Pasangan Jokowi-Ma'ruf

Khalied Malvino
Khalied Malvino

Penyesalan Wiranto Jelang Pelantikan Pasangan Jokowi-Ma'ruf Menkopolhukam Wiranto. [Foto: Kompas]

Winnetnews.com - Rangkaian demonstrasi yang berlangsung sejak Selasa hingga Kamis (23/26/9) dini hari menjadi salah satu momentum penyesalan bagi Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam), Wiranto. Ia menyayangkan banyak pihak yang membuat kekacauan jelang pelantikan pasangan Presiden dan Wakil Presiden (Wapres) Jokowi-Ma’ruf, Oktober 2019.

"Saya kira yang dihadapi kelompok yang mengambil alih demo mahasiswa itu bukan murni untuk mengoreksi kebijakan lain, tapi telah cukup bukti mereka ingin menduduki DPR/MPR agar tidak dapat melaksanakan tugasnya, dalam arti DPR tidak dapat dilantik dan lebih jauh lagi tujuan akhirnya menggagalkan pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih," kata Wiranto saat jumpa pers di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Kamis (26/9), seperti dilansir Detik.com.

Wiranto menyesalkan demonstrasi mahasiswa yang elegan ditunggangi kepentingan lain. Menurut Wiranto, massa perusuh melakukan tindakan brutal dengan menyerang aparat keamanan.

"Kita sangat menyesalkan demonstrasi yang konstruktif, yang bernuansa elegan itu kemudian diambil alih untuk demonstrasi yang tidak lagi mengarah apa yang telah dijawab pemerintah dan DPR, demo yang brutal yang saya kira bukan demonstrasi karena dilakukan para perusuh melawan petugas melempar batu, meluncurkan kembang api, panah-panah api kepada petugas, bergerak di malam hari," ujar dia.

Wiranto menyebut tindakan brutal itu tak sesuai dengan aturan yang ada. Dia berharap semua pihak dapat menjaga keamanan tetap kondusif.

Apa Reaksi Kamu?