Penyidikan Kasus Pembunuhan Mirna Baru Mengarah pada 1 Tersangka

Muchdi
Selasa, 02 Februari 2016 18:11 WIB
Oleh Muchdi pada Selasa, 02 Februari 2016 18:11 WIB
Image Penyidikan Kasus Pembunuhan Mirna Baru Mengarah pada 1 Tersangka

WinNetNews.com - Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Mohammad Iqbal mengatakan penyidikan kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin baru mengarah pada satu tersangka.

"Baru mengarah ke satu tersangka," kata Iqbal saat ditanya apakah ada kemungkinan tersangka lain dalam kasus ini. Ia menambahkan, penyidik secara intens akan memeriksa siapapun untuk membuat kasus ini menjadi terang.

Baca juga: Penetapan Jessica Sebagai tersangka Karena Cukup Bukti

Namun ia menolak mengungkapkan apa saja yang telah diperiksa dari para saksi karena berkaitan dengan materi penyidikan. Motif pembunuhan, yang selama ini belum diketahui, juga akan diungkap di pengadilan, ujar Iqbal.

 

Penyidik yakin tersangka merupakan pelaku berdasarkan alat bukti yang mereka miliki. "Jelas. Penyidik yakin karena ada alat bukti yang sangat cukup dimiliki sehingga ditetapkanlah J sebagai tersangka," kata dia.

Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan seorang tersangka, yakni Jessica Kumala Wongso. Ia bersama Mirna dan seorang teman lainnya, Hani, saat minum di Kafe Olivier, Grand Indonesia, Jakarta Pusat, pada 6 Januari lalu.

Mirna tewas setelah minum es kopi Vietnam. Hasil uji laboratorium forensik menunjukkan kopi itu mengandung sianiada.

sumber dari Kompas, Jakarta

Waspadai Bumbu Masakan Ini
Barcelona Serius untuk Datangkan Willian dari Chelsea

Reaksi Kamu

Tanggapan Pembaca

    Belum ada Tanggapan

    Jadilah yang pertama memberikan tanggapan

Sekilas Tentang WinNetNews

Situs WinNetNews.com merupakan portal berita dan informasi teraktual perihal berbagai peristiwa di nusantara maupun mancanegara. Kelengkapan, keakurasian serta aktualitas berita dan informasi WinNetNews.com telah membuat tingkat baca artikel-artikelnya naik secara signifikan walaupun usia WinNetNews.com sebagai portal berita baru seumur jagung.