Peran Penting Millennials dalam Pengelolaan Sampah Makanan
Foto: via City of Ames

Peran Penting Millennials dalam Pengelolaan Sampah Makanan

Selasa, 10 Des 2019 | 11:45 | Elifvia Jessica

Winnetnews.com - Sampah makanan mungkin terdengar tidak terlalu penting di telinga para Millennials. Padahal sampah makanan yang dianggap tidak terlalu penting ini bisa menyebabkan masalah yang sangat besar bagi lingkungan maupun kesehatan. Produksi sampah makanan yang dilakukan sengaja maupun tidak sengaja ini menyebabkan tingginya jumlah sampah makanan yang ada di Indonesia.

Sadar tidak sadar, sampah makanan diproduksi setiap hari dalam jumlah yang sedikit maupun banyak, sebagai contoh ketika kita menyantap makanan dan pada saat kita memakannya terdapat beberapa jenis makanan yang tidak kita sukai, mungkin salah satu caranya adalah memberikan makanan tersebut kepada orang lain bukan? Namun bagaimana jika tidak ada orang yang mau memakannya? Alhasil, makanan tersebut dibuang, baik dalam jumlah yang sedikit maupun banyak.

Sedikit demi sedikit lama kelamaan menjadi bukit. Jumlah produksi sampah makanan di Indonesia menurut data dari Laporan Badan Pangan PBB Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO) menyebut Indonesia menghasilkan sekitar 13 juta ton sampah makanan setiap tahunnya. Jumlah sampah makanan ini bisa memberi makan sebanyak 28 juta orang loh!

Sangat disayangkan, kita tidak bisa mengelola sampah makanan ini dengan baik dan malah memproduksinya setiap hari. Makanan bisa menjadi sampah baik pada ladang pertanian, pada saat proses masak memasak ataupun pada saat proses konsumsi makanan. Makanan yang menjadi sampah bisa dalam bentuk bahan baku, bahan setengah jadi maupun makanan yang sudah siap makan. Lalu, bagaimana peran Millennials bisa dianggap begitu penting dalam pengelolaan makanan?

Millennials memiliki pemikiran yang kritis dan terbuka, Si Millennials juga dapat mempengaruhi banyak orang dengan pengetahuan yang dimilikinya. Tidak hanya Millennials peran dari kaum lainnya juga penting, namun dalam hal mempengaruhi, Millennials nih jagonya!

Nah, ini nih cara untuk mencegah dan mengelola sampah makanan :

1.  Pilah makananmu sebelum mengkonsumsinya

Jika merasa porsi yang diambil terlalu banyak, atau ada beberapa jenis makanan yang tidak disukai dalam makananmu, pisahkan dulu dalam wadah lain. Lebih baik memisahkannya pada awal daripada menyisakan makanan di akhir, hal ini membantu makanan yang telah dipisahkan menjadi tidak cepat basi karena terkontaminasi dengan makanan lainnya.

2.  Sisa makanan bisa dijadikan pupuk kompos untuk tanaman loh

Kita dapat memanfaatkan sampah makanan sebaik-baiknya, salah satunya adalah dengan membuat pupuk kompos dari sampah makanan. 

Caranya mudah lho Millennials! Pertama, kamu bisa siapkan wadah yang cukup besar untuk menampung tanah dan sampah makanan, tetapi jangan lupa untuk mencari wadah yang ada penutupnya. 

Setelah itu, tuang tanah ke dalam wadah, lalu masukan sampah makanan yang ingin dijadikan pupuk, kemudian timbunlah sampah makanan itu dengan tanah lagi, jangan lupa untuk menyiram tanah dan sampah makanan itu dengan air. 

Terakhir, tutuplah wadah dengan penutup wadah agar tidak terkontaminasi. Diamkan selama kurang lebih 3 minggu , lalu pupuk kompos pun siap digunakan untuk tanamanmu.

3.  Makanlah secukupnya

Sekali dua kali, kita pasti pernah merasakan rasa lapar yang berlebihan karena satu dan lain hal. Nah, hal ini terkadang bisa membuat seseorang menjadi kalap saat mengambil makanan. 

Lebih baik, ambilah makanan secukupnya, walaupun kamu merasa sangat lapar, karena jika kita mengambil makanan dalam jumlah besar di awal dan pada akhirnya makanan yang diambil tidak habis karena kekenyangan, akan sangat mubazir bukan? 

Akan lebih baik jika kita merasa masih lapar, kita mengambil makanan tambahan setelah selesai makan. Hal ini menjadi salah satu faktor penyebab produksi sampah makanan juga lho!

 

Nah, mulai sekarang pengaruhi yuk orang yang berada disekitar kita untuk “stop” memproduksi sampah makanan. Jika tidak bisa menghentikannya, maka cegah dan kurangi lah produksi sampah makanan yang jumlahnya sangat besar di Indonesia. Selain membantu menjaga lingkungan, kita juga bisa berkontribusi menciptakan Indonesia bebas sampah dan mengurangi angka produksi sampah makanan pertahun yang ada di Indonesia. Jadi, tunggu apalagi? 

***

 

Elifvia Jessica adalah mahasiswi London School of Public Relations Jakarta

 

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...