Perangi Kejahatan Seksual Anak, LPAI Kampanye 'Saya Sahabat Anak' ke SD

Perangi Kejahatan Seksual Anak, LPAI Kampanye 'Saya Sahabat Anak' ke SD ilustrasi kekerasan pada anak/foto: Istimewa

WinNetNews.com - Kejahatan seksual terhadap anak saat ini sedang ramai diperbincangankan dan menjadi momok yang mengerikan untuk para orang tua dan anak itu sendiri. Oleh karena itu, Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) melakukan upaya pencegahan untuk memerangi kejahatan seksual terhadap anak tersebut, salah satunya dengan mengkampanyekan 'Saya Sahabat Anak'. Anak-anak Sekolah Dasar (SD) menjadi salah satu sasaran utama dalam kampanye tersebut.

"LPAI menyoroti ancaman anak-anak kita, terutama kemungkinan bahaya orientasi seksual bagi anak-anak kita dan untuk upaya tersebut, salah satu yang menjadi concern kami adalah gerakan 'Saya Sahabat Anak' di mana kami menuju ke sekolah-sekolah terutama anak SD," ujar Sekjen LPAI Heny Hermanoe, Jakarta, Senin (18/9/2017).

Anak-anak di tingkat SD menjadi sasaran karena sangat rentan menjadi korban kejahatan seksual. Salah satu tujuan dalam kampanye tersebut adalah menerapkan internet yang sehat bagi anak-anak.

"Kami mencoba mengkaitkan bagaimana mereka berhati-hati dan bagaimana juga mengedukasi para ibu yang kebetulan setiap kali road show ke sekolah juga kami libatkan untuk menerapkan internet sehat bagi anak," jelasnya.

Pada Agustus 2017, LPAI dan kepolisian diundang ke Amerika Serikat untuk mempelajari kejahatan online terhadap anak-anak. Menurut Heny, pemerintah AS memiliki sistem tersendiri untuk langsung menutup internet ketika pengguna mengakses situs berkonten pornografi dan pedofilia. 

"Apabila diterapkan di sini, mungkin ini akan membantu pihak kepolisian," imbuhnya.

Kejahatan siber berbeda dengan kejahatan terhadap anak. "Kalau ini, anak-anak mereka tidak kelihatan. Mereka asik sendiri, mereka melihat dan tidak tahunya tiba-tiba sudah jadi korban. Berbeda dengan kekerasan seksual yang nyata atau kekerasan fisik terhadap anak, itu kelihatan nyata," sambungnya.

Kejahatan berbasis online, sangat sulit dideteksi. Karena itu, LPAI menyasar anak-anak di tingkat SD agar tidak terpapar internet negatif sehingga menjadi korban kejahatan seksual. 

"Untuk membekali anak-anak agar tidak menjadi target operasi kejahatan terhadap anak," lanjutnya.