Perayaan Cap Gomeh di Singkawang

Perayaan Cap Gomeh di Singkawang

Senin, 1 Feb 2016 | 14:16 | kontributor

WinNetNews.com - Kota Singkawang, Kalimantan Barat bisa jadi destinasi wajib saat Imlek. Ada Pawai Tatung, parade debus yang digabungkan dengan tradisi Tionghoa.

Sebagai kota dengan budaya dan tradisi Tionghoa yang kental, Singkawang tak boleh dilewatkan saat liburan Imlek. Perayaan Imlek biasa digelar 15 hari usai Tahun Baru China. Tahun ini, puncak perayaan Festival Cap Go Meh di Singkawang akan berlangsung pada 20 Febuari 2016 mendatang.

Pada hari tersebut akan digelar Pawai Tatung, ritual dan parade yang digelar tahunan. Tatung merupakan istilah untuk orang sakti yang kebal, di mana mereka mempertontonkan kesaktiannya setiap perayaan Cap Go Meh.

Pawai Tatung bermula dari adanya gelombang migrasi etnis Tionghoa 400 tahun lalu, khususnya suku Khek atau Hakka yang dari China Selatan ke Kalimantan Barat. Kemudian para imigran Tionghoa yang datang dipekerjakan di tambang emas oleh Sultan Sambas yang merupakan penguasa Singkawang saat itu.

Suatu waktu, tersebar wabah penyakit di perkampungan-perkampungan itu. Karena saat itu belum ada pengobatan modern, maka kemudian warga mengadakan ritual tolak bala yang dalam bahasa Hakka disebut Ta Ciau. Sejak saat itulah, ritual tersebut terus menerus dilakukan tiap tahun.

 

Secara makna, inti dari ritual Pawai Tatung adalah untuk mengusir roh-roh jahat dari seluruh penjuru kota. Para tatung atau orang sakti yang dipilih mengalami trance atau dimasuki roh leluhur mereka.

Dalam posisi kerasukan, para tatung mempertunjukkan ilmu kesaktiannya seperti pipi ditusuk sampai tembus, kebal senjata tajam, mengupas kelapa dengan gigi dan aksi mendebarkan lainnya. Antara mengagumkan atau ngeri!

Setiap tahunnya, tradisi Pawai Tatung dilakukan di tengah Pasar Tengah, Kota Singkawang. Jangan kaget ketika melihat tatung yang muncul dengan baju berdarah-darah serta wajah tertembus benda tajam. Konon, luka-luka mereka bisa sembuh dengan cepat.

Berbagai atraksi tatung itu disambut para pengunjung dengan berbagai reaksi. Ada yang bertepuk tangan dan tertawa, tapi tak sedikit yang memalingkan wajah karena ngeri. Tentunya orangtua dihimbau untuk menyertai anaknya jika ingin melihat tradisi Cap Go Meh di Singkawang.

Namun tradisi Pawai Tatung tidak hanya dilakukan oleh kaum Tionghoa, namun juga ada yang berasal dari Suku Dayak sebagai bukti akulturasi dan hubungan harmonis di antara mereka. Para tatung pun bervariasi dari orang tua, pria dewasa, bahkan perempuan dan anak-anak yang menjadi tatung secara suka rela untuk mengikuti upacara.

Sumber: Detik

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...