Perbedaan Penyakit Asam Urat dan Rematik
ilustrasi

Perbedaan Penyakit Asam Urat dan Rematik

Selasa, 8 Jun 2021 | 20:30 | Rusmanto
Winnetnews.com -  Anda jangan sampe keliru mengidentifikasi penyakit rematik dengan asam urat. Agar tidak salah penanganan, berikut beda penyakit asam urat dan rematik yang harus Anda ketahui. 

Rematik dan asam urat merupakan penyakit yang umum diderita oleh masyarakat. Perlu Anda tahu, rematik dan asam urat merupakan dua penyakit yang berbeda. 
 
Agar tidak salah memberikan penanganan, berikut perbedaan penyakit rematik dan asam urat yang wajib Anda ketahui.  

1. Penyebab 

Melansir laman Kementerian Kesehatan (Kemenkes), rematik merupakan sejenis penyakit autoimun yang membuat sendi-sendi kaku dan meradang. Peradangan tersebut disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang terganggu dan malah menyerang jaringan sendi tubuh sehat hingga membuatnya rusak. 

Sedangkan, asam urat merupakan penyakit yang muncul karena terlalu banyak kadar asam urat (uric acid) di dalam tubuh. Zat asam urat yang tertumpuk di dalam tubuh tersebut salah satunya disebabkan oleh terlalu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung purin. 

Pada kondisi normal, purin akan diolah menjadi asam urat dan akan dikeluarkan tubuh melalui urine. Namun, jika jumlahnya terlalu banyak, purin akan menumpuk dan berubah menjadi kristal pada sendi-sendi, kemudian terjadilah peradangan. 

2. Lokasi nyeri 

Nyeri akibat asam urat, biasanya menyerang satu sendi dalam satu waktu dan sering kali terjadi pada kaki, biasanya pada bagian jari-jari kaki, terutama persendian jempol kaki. 

Sedangkan, rematik bisa menyebabkan nyeri pada bagian tubuh mana pun, tetapi yang paling sering terjadi pada persendian di tangan, pergelangan tangan, dan kaki. 

Tidak hanya itu, rematik bisa menyerang beberapa sendi sekaligus dalam satu waktu. 

3. Gejala lain 

Gejala asam urat selalu disertai dengan bengkak, kemerahan, serta rasa nyeri yang sering muncul. Rasa nyeri karena asam urat cenderung sering dan berat. 

Sedangkan, gejala rematik juga selalu menimbulkan rasa sakit, tetapi tidak selalu muncul bengkak atau kemerahan pada persendian. Rasa nyeri sendi akibat rematik bisa berubah-ubah intensitasnya. Kadang sakit ringan hingga berat. 

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...