Skip to main content

Perdagangan Manusia di Indonesia Melalui Titik-titik Ini

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Mabes Polri, Brigjen Pol. Herry Rudolf NahakFoto: Zool WNN
Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Mabes Polri, Brigjen Pol. Herry Rudolf NahakFoto: Zool WNN

WinNetNews.com - Maraknya pengiriman TKI Ilegal melalui 'jalan tikus' di perbatasan negara, menjadi salah satu fokus dari aparat. Selain disebabkan para sindikat perdagangan orang itu sudah mempelajari lapangan, pengamanan perbatasan yang selama ini telah ditetapkan sebagai kawasan rawan, juga bakal ditingkatkan.

"Kan kita di perbatasan ada petugas keamanan TNI, polisi, Imigrasi, Bea-Cukai. Harus ditingkatkan lagi berarti pengamanannya," kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Herry Rudolf Nahak kepada wartawan di Jakarta, Jumat (19/05/2017).

Fakta bahwa meski sudah ada penjagaan ketat tapi tetap saja masih ada yang bisa melewati perbatasan untuk menjadi TKI ilegal, menjadi bahan evaluasi. Sebut saja misalnya di perbatasan antara Indonesia dengan Malaysia. Di sana, para sindikat disinyalir sudah mempelajari jalur-jalur yang bisa dilewati.

"Ini kan jalur darat, mereka kan pasti betul-betul mempelajari gimana bisa nyebrang ," ucap Herry.

Contohnya, lanjut Herry, di daerah Entikong, Kalimantan Barat. Wilayah tersebut merupakan jalur rawan TKI ilegal.

image0

Jalur lain, menurut Kabareskrim Mabes Polri, Komjen Pol. Ari Dono Sukmanto beberapa waktu lalu menyebutkan, nakhoda kapal yang akan mengangkut TKI ilegal itu dibayar Rp 10 juta.

"Setelah di Entikong, ada nakhoda kapal dibayar Rp 10 juta. Oleh penampung di seberang (Malaysia), dia menerima Rp 15 juta," kata Ari Dono.

Padahal, sindikat penyalur TKI ilegal dapat diancam kurungan penjara selama 3-15 tahun. Mereka akan dikenai Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Serta regulasi Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top