Skip to main content

Perdagangan Organ Tubuh: Bareskrim Geledah Klinik di Bandung

Perdagangan Organ Tubuh: Bareskrim Geledah Klinik di Bandung
Perdagangan Organ Tubuh: Bareskrim Geledah Klinik di Bandung

WinNetNews.com - Penyidik Badan Reserse Kriminal Polri (Bareskrim) hari ini, menggeledah beberapa klinik di Bandung, Jawa Barat. Penggeledahan dilakukan terkait kasus perdagangan organ ginjal yang baru diungkap.

"Penggeledahan dilakukan di beberapa klinik untuk mendapatkan dokumen terkait kasus ini," kata Kepala Unit Tindak Pidana Perdagangan Orang Ajun Komisaris Besar Arie Darmanto, Kamis (28/1/16).

Baca: Miris, Pelaku Jual Beli Ginjal Raup Keuntungan Hingga Ratusan Juta!

Klinik-klinik ini digunakan untuk memeriksa kesehatan korban yang organnya dijual sebelum dioperasi di rumah sakit di Jakarta. Saat dikonfirmasi media, Arie enggan menyebutkan klinik dan rumah sakit mana saja yang digunakan pelaku.

Kepala Subdirektorat III Tindak Pidana Umum Komisaris Besar Umar Fana mengatakan ada dugaan keterlibatan oknum dokter dan pihak rumah sakit dalam kasus ini. Alasannya, ada prosedur yang tidak dilakukan sebelum operasi, yaitu wawancara untuk mengetahui pekerjaan dan hubungan pendonor dengan penerima.

Donor tidak diperbolehkan mentransplantasi ginjalnya jika sehari-hari bekerja berat, kecuali ada hubungan darah dengan penerima.

Selain itu, surat persetujuan dari pihak pendonor juga tidak ditemukan. "Surat ini tersangka HR yang buat dan diserahkan ke bagian Administrasi Rumah Sakit," kata Umar.

Baca: Penderita Gaga Ginjal Terminal Meningkat 4 Kali Lipat Selama 5 Tahun Terakhir

Selain HR, polisi telah menetapkan dua tersangka lain berinisial DD dan AG. HR berperan sebagai penjembatan dari Jawa Barat ke rumah sakit di Jakarta, sementara dua orang lainnya berperan sebagai perekrut.

Mereka dijerat Pasal 2 ayat (2) Undang-Undang Nomor 21 tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang. Ancaman pasal tersebut berupa hukuman penjara maksimal 15 tahun dan denda maksimal Rp600 juta.

Sumber: CNN

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top