Perdana Menteri Inggris: Saya Lebih Baik Mati Daripada Menunda Brexit!
Boris Johnson (sumber: BBC)

Perdana Menteri Inggris: Saya Lebih Baik Mati Daripada Menunda Brexit!

Jumat, 6 Sep 2019 | 09:13 | Amalia Purnama Sari

Winnetnews.com - Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, harus menerima keruwetan polemik keluarnya Inggris dari Uni Eropa. Kepelikan rencana Brexit ini membuat parlemen terbagi menjadi dua kelompok utama; kelompok yang ingin Inggris langsung keluar dan kelompok yang ingin Inggris keluar dengan perjanjian.

Johnson masuk ke dalam kelompok yang pertama. Namun nampaknya proses perundingan dalam parlemen tidak berjalan lancar. Johnson bahkan sempat melempar pernyataan kontroverisonal.

“Saya lebih baik mati di selokan daripada harus meminta Uni Eropa kembali menunda Brexit,” amuk Johnson saat memberikan pidato di Akademi Kepolisian Wakefield, West Yokshire pada Jumat (06/09), dikutip dari CNN Indonesia pada Jumat (06/09).

Pasca voting yang dilakukan pada Rabu (04/09), parlemen di Inggris secara kompak memutuskan utnuk menentang rencana Johnson. Mayoritas parlemen tidak ingin Inggris keluar dari Uni Eropa tanpa ada kesepakatan.

Sebanyak 328 orang anggota parlemen menolak usulan Johnson, sedangakan 301 sisanya mendukung.

Jeremy Corbyn, pemimpin opsisi sekaligus Ketua Partai Buruh, menjelaskan jika kelompok oposisi mendukung adanya pemilu. Namun Corbyn tidak ingin Inggris keluar tanpa adanya kesepakatan yang pasti dengan Uni Eropa.

Sebelumnya, Johnson kukuh menyatakan bahwa Inggris akan keluar pada 31 Oktober mendatang.

Namun jika Majelis Rendah dalam parlemen Inggris berhasil mengeluarkan RUU yang menolak usulan Johnson, maka Brexit terpaksa ditunda sampai 31 Januari 2020.

RUU dari Majelis Rendah harus mendapat persetujuan terlebih dahulu dari Majelis Tinggi. Hal ini yang sebenarnya membuat pemerintah Inggris khawatir akan ketidakjelasan politik yang akan dihadapi Inggris mendatang. Pemerintah tentu tidak ingin muncul ketidakstabilan politik seperti yang terjadi dalam rezim Theresa May.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...