Perempuan Asal Papua Lulus Dari Pelatihan dan Pendidikan Penerbangan (BP3) Banyuwangi

Perempuan Asal Papua Lulus Dari Pelatihan dan Pendidikan Penerbangan (BP3) Banyuwangi

Kamis, 28 Apr 2016 | 15:06 | Fellyanda Suci Agiesta
WinNetNews.com - Kini perempuan tidak bisa lagi di pandang sebelah mata. Seorang perempuan asal Kaimana, Papua Barat, lulus dengan nilai terbaik dari Balai Pelatihan dan Pendidikan Penerbangan (BP3) Banyuwangi.

Bagaimana sosok calon Pilot wanita asal Papua itu di mata ibunya?

Namanya Restiana Zakinah (19), memang dari kecil Resti senang berkumpul dengan teman laki – laki.

Dikutip dari detik , Kamis (28/04/16), "Resti kecil itu tomboy, lebih senang di komunitas laki-laki. Temannya banyak laki-laki," ujar ibu Resti, Anita Ema Bwefar (50) usai menyaksikan wisuda anaknya di BP3B, Blimbingsari, Banyuwangi.

Anita menceritakan sosok Resti sebagai anak yang cerdas dan selalu dilatih untuk disiplin. Sejak SMP dia selalu ranking satu. Dia pun mendapat beasiswa melanjutkan SMA di luar kota.

"Saya sendiri bingung dengan Resti punya kepintaran. Belajarnya tidak serius-serius amat. Kalau saya nasihati suruh belajar itu belajarnya seperti syarat saja," kata Anita.

Ibu tiga anak asal Jayapura ini menuturkan Resti pernah mengikuti liga sepak bola wanita (Galanita) di Provinsi Papua Barat. Bahkan Resti ikut mewakili Indonesia bertanding ke Myanmar.

"Dia mengikuti Galanita 16 sampai Myanmar. Dari Provinsi Papua Barat tahun 2012," terang PNS Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Papua Barat ini.

Sebagai orangtua dia selalu mendukung dan memberikan semangat bagi anaknya. Dia pun merelakan anaknya pergi merantau untuk belajar.

"Prinsip sebagai orangtua kalau ingin anak di deket kita masa depan tertunda-tunda. Sedih (jauh dengan anak) tapi bukan membatasi," tuturnya.

Hal yang sama diungkapkan Lukman La Ali (52), ayah Resti, dia juga mendukung anaknya belajar sejauh mungkin demi kemajuan anaknya. Dia berharap selepas pendidikan ini anaknya bisa menjadi pilot di provinsinya.

"Sebenarnya kalau masalah kompetisi di kampung atau daerah kalau tidak didorong keluar repot. Kasih keluar (kota) baru jadi," kata Lukman.

Dilansir dari detikcom

 

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...