Perhatikan 7 Hal Ini saat Bertandang ke Bandung

Perhatikan 7 Hal Ini saat Bertandang ke Bandung

WinNetNews.com - Jalan ke kota Bandung adalah hal yang selalu saya nikmati. Tidak hanya udaranya yang sejuk dan terjaga dan makanan yang rasanya sudah cocok di lidah, tetapi juga sudah banyak public spot yang tertata rapi dan keren. Hal ini patut dicontoh kota-kota lain di Indonesia yang dapat digunakan sebagai daya tarik wisatawan yang datang ke kota Parahyangan.

Saya ingin berbagi beberapa hal yang perlu Anda perhatikan baik-baik jika mengadakan perjalanan ke kota “para dewa” ini berdasarkan pengalaman saya:

1. Siapkan air minum: Jarak tempuh yang kita lewati lebih dari 150 km adalah hal yang melelahkan dan pastinya membuat tubuh kehausan. Hari ini saya lupa membawa persediaan minum, yang pada akhirnya hampir dua jam saya menelan ludah terus karena rasa haus yang lumayan membuat tenggorokan seret. Karena itu, pastikan minimal kita membawa air mineral minimal 750 ml yang menemani perjalanan kita.

2. Siapkan Tisu: ini adalah benda terpenting jika kita harus ke toilet karena public toilet di rest area tidak selalu menyediakannya. Ada beberapa petugas memang berinisitaif menyediakan toilet dan kardus bekas disamping nya agar pemakai toilet gratis ini membeli beberapa helai tisu dengan harga Rp 2000. Padahal, saya yakin para petugas cleaning service ini sudah mendapatkan upah untuk mengerjakan pekerjaannya, tetapi mungkin dianggap kurang cukup, untuk menambah penghasilan, sehingga mereka berjualan tisu di depan public toilet . Iya..tiga helai seharga dua ribu. Gratis tapi bayar....

 

3. 4 in 1: Selama saya berkeliling di seluruh pelosok kota di tanah air, baru kali ini ada aturan mobil 4 in 1 . Jakarta saja masih 3 in 1 . Jadi, jika Anda tidak ingin berhadapan dengan para petugas Jalan raya, pastikan Anda membawa dua anak, satu istri dan pembantu jika perlu. Disarankan tidak membawa dua istri karena akan terjadi peperangan di dalam kendaraan..:)

4. Jangan belanja di trotoar: sebuah peraturan pemerintah daerah yang terbaru untuk memaksimalkan pedestrian dan menertibkan pedagang kaki lima. Ada denda yang berlaku untuk pedagang dan pembeli dan ini adalah sebuah inovasi aturan yang patut dicontoh oleh kota-kota lain. Ini membuat para pejalan kaki dua nyaman tidak terganggu oleh kaki lima.

5. Pilihlah taksi yang jujur: Untuk hal ini, saya punya beberapa pengalaman yang pahit. Saya heran mengapa pada masa teknologi canggih dan sudah ada GPS , masih ada supir taksi yang tidak jujur dengan memutarbalikkan jalan yang seharusnya dekat menjadi berputar untuk memperjauh jarak tempuh sehingga mendapatkan uang lebih dan yang lebih menyebalkan lagi, taksi ini mematok harga yang tidak sesuai dengan argo. Bukan masalah uangnya, melainkan sebagai penyedia jasa, para supir itu seharusnya menginformasikan bahwa ada minimum charge yang harus dibayar oleh customer yang tidak sesuai dengan argo sebelum mengambil penumpang. Jika di Jakarta, minimum charge akan berlaku jika kita memesan taksi melalui operator mereka, tapi di Bandung, daripada Anda ribut dengan supir taxi, saya sarankan Anda bertanya kepada supirnya apakah dia memakai mininum charge atau tidak sebelum Anda naik taksi.

 

6. One way: Banyak jalan di Bandung yang satu arah. Jadi, pada saat Anda mencari alamat, pastikan berbelok atau mengambil arah yang tepat. Salah belok bisa mengakibatkan jarak tempuh yang Anda ambil semakin jauh, dan sialnya tidak bisa memutar balik karena satu arah.

7. Jangan parkir sembarangan: terutama di daerah atau lokasi kuliner. Selain dapat mengganggu lalu lintas, ada beberapa spot parkir yang dikuasai oleh preman dan mematok harga parkir Rp 25,000 per parkir-nya. Menyesakkan memang tapi sebagai tamu kadang lebih baik kita mengalah agar kita tetap menjaga kewarasan kita.

Bagi anda dari luar daerah atau yang belum pernah ke bumi parahyangan, tujuh hal ini dapat Anda gunakan sebagai acuan agar perjalanan anda lebih fun and memorable tanpa dihiasi dengan perasaan bad mood yang dapat merusak perjalanan Anda.

Perihal Penulis:

image0

HENDRI SENTOSA

Pelaku Bisnis; Seorang Professional Trainer , Konsultan, Certified Professional HR, Certified trainer Asia dan Certified Hypnotist yang pernah berpetualang dan bermukim di Mekkah, Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, sampai Sulawesi; pernah menjadi Country Manager untuk Negara Malaysia, Indonesia, dan Singapura di sebuah perusahaan Internasional; dan Pembantu Pelatih di Organisai Persaudaraan Kejiwaan SUBUD