Skip to main content

Peringatan Buat Masyarakat Sipil, Jangan Gunakan Atribut 'Turn Back Crime' Kalau Tidak Mau Dipenjara

Peringatan Buat Masyarakat Sipil, Jangan Gunakan Atribut Turn Back Crime Kalau Tidak Mau Dipenjara
Peringatan Buat Masyarakat Sipil, Jangan Gunakan Atribut Turn Back Crime Kalau Tidak Mau Dipenjara

WinNetNews.com - Atribut kepolisian yang bertajuk 'Turn Back Crime' saat ini menjadi primadona para masyarakat sipil, atribut banyak dipasang di baju, topi dan tas milik masyarakat sipil. Padahal atribut ini merupakan khusus untuk digunakan oleh polisi dan interpol. Dengan banyaknya atribut ini bertebaran di masyarakat luas, Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jendral Badrodin Haiti mengeluarkan surat larangan terhadap masyarakat atau sipil menggunakan atribut berkenaan dengan 'Turn Back Crime'.

"Ya, memang sudah masuk di kita surat larangan penggunaan atribut khusus polisi atau interpol tersebut digunakan oleh masyarakat umum (sipil)," kata Kabid Humas Polda Lampung AKBP Sulistyaningsih, di Bandar Lampung, Senin (23/5).

Menurut dia, bagi masyarakat yang melanggar akan ada sanksi pidana kurungan penjara selama tiga bulan.

"Kapolri melarang pengenaan pakaian 'Turn Back Crime' itu bagi warga sipil karena pakaian tersebut sering disalahgunakan untuk memperlancar tindak kejahatan," katanya.

Jenis baju yang dilarang itu, ia melanjutkan, pakaian berwarna biru dongker bertuliskan Turn Back Crime disertai tulisan polisi atau atribut Polri.

"Baju jenis itu dikhususkan hanya kepada petugas interpol dan anggota Polri, jadi tidak diperkenankan masyarakat umum ikut menggunakan atribut tersebut," kata dia.

Sebelumnya, ada laporan bahwa petugas menangkap tersangka pencuri motor yang sengaja menggunakan atribut serupa untuk mempermudah atau memperlancar aksi kejahatan mereka.

Foto: riausky.com

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top