(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Perjalanan Karir Ahok, dari Pengusaha, Gubernur hingga Penjara

Cindy
Cindy

Perjalanan Karir Ahok, dari Pengusaha, Gubernur hingga Penjara Foto:Istimewa

Winnetnews.com - Nama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kembali mencuri perhatian, pasalnya hari ini Kamis 24/1/2019, BTP resmi bebas dari Rutan Mako Brimob Depok. Sosok BTP dikenal keras dan tegas.

Dikutip dari berbagai sumber yang ada, berikut ini ada rangkuman perjalanan karir Ahok sampai menjadi politik.

  1. Anak Bangka Belitung




    Ahok lahir di Manggar, Belitung Timur pada 29 Juni 1966, Ahok adalah putra pertama dari Alm. Indra Tjahaja Purnama (Tjoeng Kiem Nam) dan Buniarti Ningsih (Boen Nen Tjauw).

    Ahok memiliki empat orang adik, yaitu Basuri Tjahaja Purnama, Fifi Lety, Harry Basuki, dan Frans yang meninggal dunia pada usia remaja. Keluarganya adalah keturunan Tionghoa-Indonesia dari suku Hakka (Kejia).

    Ahok menempuh pendidikan dari SD sampai SMP di tanah kelahirnnya. Ahok melanjutkan sekolahnya di Jakarta. Di Jakarta, Basuki menimba ilmu di Universitas Trisakti dengan jurusan Teknik Geologi di Fakultas Teknik Mineral.

    Selama menempuh pendidikan di Jakarta, Ahok diurus oleh seorang wanita Bugis beragama Islam yang bernama Misribu Andi Baso Amier binti Acca.
    Setelah lulus dengan gelar Insinyur Geologi, Basuki kembali ke Belitung dan mendirikan CV Panda yang bergerak di bidang kontraktor pertambangan PT Timah pada tahun 1989.

  2. Asal usul nama Ahok



    Nama panggilan "Ahok" berasal dari ayahnya. Mendiang Indra Tjahja Purnama ingin Basuki menjadi seseorang yang sukses dan memberikan panggilan khusus baginya, yakni "Banhok".

    Kata "Ban" sendiri berarti puluhan ribu, sementara "Hok" memiliki arti belajar. Bila digabungkan, keduanya bermakna "belajar di segala bidang." Lama kelamaan, panggilan Banhok berubah menjadi Ahok.

  3. Perjalanan rumah tangga




    Ahok menikah dengan Veronica, perempuan kelahiran Medan, Sumatera Utara, dan dikaruniai 3 orang putra-putri bernama Nicholas Sean Purnama, Nathania Berniece Zhong, dan Daud Albeenner Purnama. Tapi pada pada tahun 2018, Ahok dan Vero bercerai, ia mendapatkan hak asuh anak kedua dan ketiga.

  4. Karir Bisnis



    Pada tahun 1992 Ahok mengawali karir bisnisnya sebagai Direktur PT Nurindra Ekapersada. Setelah itu, Ahok mendirikan pabrik di Dusun Burung Mandi, Desa Mengkubang, Kecamatan Manggar, Belitung Timur.

  5. Karir Politik


    Ayah tiga anak ini memulai perjalanan karir politiknya lantaran kesal dengan birokrasi yang berbelit. Dia merasakan itu saat menjadi pengusaha di Belitung Timur. Ahok kemudian memutuskan untuk masuk politik pada 2003. Pertama-tama dia bergabung di bawah bendera Partai Perhimpunan Indonesia Baru (PPIB).

    Pada pemilu 2004 dia mencalonkan diri sebagai anggota legislatif. Ahok pun terpilih menjadi anggota DPRD Kabupaten Belitung Timur periode 2004-2009. Setelah tujuh bulan menjadi DPRD, Ahok maju menjadi Bupati Belitung Timur di tahun 2005. Dengan mengusung kampanye tanpa politik uang, secara mengejutkan dia berhasil mengantongi suara 37,13 persen dan menjadi Bupati Belitung Timur periode 2005-2010.

    Selama menjadi Bupati, Ahok menjalankan program-program yang pro rakyat. Mulai dari pelayanan kesehatan gratis, sekolah gratis sampai tingkat SMA, pengaspalan jalan sampai ke pelosok-pelosok daerah, dan perbaikan pelayanan publik lainya.



    Kesuksesan Ahok terdengar sampai ke luar Bangka Belitung. Nama Ahok sampai terdengar ke Jakarta, ia bersama Jokowi maju sebagai calon wakil gubernur DKI Jakarta yang diusung PDI-P dan Gerindra.

    Setelah itu, pada tahun 2014, Jokowi maju sebagai Calon Presiden (Capres) bersama Jusuf Kalla. Keduanya akhirnya terpilih meniadi Presiden dan Wakil Presiden periode 2014-2019.



    Setelah ditinggal Jokowi, Ahok pun dilantik menjadi gubernur DKI Jakarta pada 19 November 2014. Ditinggal Jokowi, Ahok pun memilih Djarot Saiful Hidayat untuk mendampinginya memimpin ibu kota. Kemudian Ahok kembali mengajak Djarot untuk maju dalam kontestasi Pilkada DKI 2017-2022.

    Sayangnya, saat masa kampanye, Ahok tersandung kasus saat melakukan kunjungan ke Kepulauan Seribu. Dia dinilai melakukan penistaan agama karena menyampaikan pidato yang menyinggung soal Surat Al-Maidah. Dan pada Mei 2017, Ahok divonis 2 tahun kurungan penjara. Ia ditahan di Rutan Mako Brimob.



Apa Reaksi Kamu?

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});