Perkara Novel Harus Melalui Proses Pembuktian

Perkara Novel Harus Melalui Proses Pembuktian

Selasa, 2 Feb 2016 | 10:46 | Liani
WinNetNews.com - Jaksa Agung Muhammad Prasetyo menanggapi 'dingin' permintaan kuasa hukum penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan, untuk mencabut berkas kliennya yang telah diserahkan ke pengadilan.

Menurut Prasetyo, kasus tersebut lebih baik dibuktikan aspek yuridisnya melalui pengadilan.

"Kan ini harus dibahas bersama antara KPK, pengadilan, polisi. Juga tentunya kami lihat aspek yuridisnya seperti apa," kata Prasetyo ditemui di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta Pusat, Senin (1/2/2016).

Baca juga: KPK Siap Kawal Kasus Novel Baswedan di Persidangan

Menurut politikus Partai NasDem tersebut, penegakan hukum itu harus melihat dari berbagai aspek. Selain dari aspek yuridis, penegakan hukum juga perlu memastikan rasa keadilan bagi masyarakat.

Namun, dalam kasus Novel, menurut Prasetyo, aspek-aspek tersebut belum dapat dikaji, sehingga memerlukan pengadilan untuk membuktikannya.

 

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri Bengkulu melimpahkan berkas perkara penganiayaan dan pembunuhan yang diduga dilakukan Novel Baswedan ke Pengadilan Negeri setempat pada Jumat (29/1/2016).

Pelimpahan berkas disertai pelimpahan barang bukti, yakni tiga pucuk senjata api, proyektil, dan kelengkapan surat penggunaan senjata api oleh Polres Bengkulu.

Novel diduga menganiaya hingga menyebabkan seorang pencuri sarang burung walet tewas.

Peristiwa itu terjadi saat Novel menjabat Kepala Satuan Reskrim Polres Bengkulu, 2004 silam. Kasus tetap bergulir, meskipun rekomendasi Ombudsman menyebutkan ada temuan maladministrasi dalam penyidikan kasus Novel.

Dilansir dari laman tribunnews

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...