Perkara Salah Transfer Berujung Penjara, Begini Penjelasan Bank BCA
Bank BCA

Perkara Salah Transfer Berujung Penjara, Begini Penjelasan Bank BCA

Jumat, 26 Feb 2021 | 14:30 | Anggara Putera Utama

Winnetnews.com -  PT Bank Central Asia Tbk. atau BCA memberi penjelasan terkait pemberitaan mengenai salah transfer yang terjadi di BCA Cabang Citraland, Surabaya, sebesar Rp 51 juta.

"Dapat kami sampaikan bahwa kasus tersebut sedang dalam proses hukum dan BCA tetap menghormati proses hukum yang sedang berjalan," kata Executive Vice President Secretariat & Corporate Communication BCA, Hera F Haryn dalam keterangan tertulis, Kamis (25/2).

Hera memastikan, BCA sebagai lembaga perbankan selalu menjalankan operasional sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia.

Menurutnya, apabila terjadi kesalahan transfer oleh bank, nasabah yang menerima wajib mengembalikan uang tersebut. Penggunaan dana hasil transfer yang diketahui bukan miliknya dapat diancam  pidana yang diatur dalam Pasal 85 Undang-undang Nomor 3 Tahun 2011 tentang Transfer Dana.

Pasal tersebut berbunyi “Setiap orang yang dengan sengaja menguasai dan mengakui sebagai miliknya Dana hasil transfer yang diketahui atau patut diketahui bukan haknya dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau denda paling banyak Rp 5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).”

Sebelumnya, Ardi, nasabah Bank BCA asal Surabaya, Jawa Timur yang bekerja sebagai makelar mobil dipenjara karena menggunakan dana Rp 51 juta yang masuk ke rekening BCA-nya pada 17 Maret 2020. Ardi diketahui membelanjakan uang tersebut  yang dianggapnya merupakan hasil dari komisi penjualan mobil yang seharusnya diterima.

Beberapa hari kemudian pihak BCA meminta Ardi untuk mengembalikan uang tersebut. Namun, karena uang itu sudah digunakan, Ardi  meminta pengembalian dilakukan dengan cara mengangsur. Namun permintaan tersebut ditolak oleh BCA.

Pada Agustus 2020, Ardi resmi dilaporkan ke polisi karena dianggap sengaja menggunakan uang yang diketahui salah transfer oleh BCA tersebut. Kasus tersebut kini telah disidangkan dan masuk tahap eksepsi.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...