Perlawanan Fahri, Benteng Terakhir Faksi Anis Matta di PKS

Perlawanan Fahri, Benteng Terakhir Faksi Anis Matta di PKS

Rabu, 13 Jan 2016 | 11:45 | Rusmanto
WinNetNews.com - Perlawanan Fahri Hamzah yang menolak didesak mundur dari kursi Wakil Ketua DPR bukan hanya masalah kursi, tapi menyangkut eksistensi 'faksi' Anis Matta di PKS. Fahri memang orang terdekat Anis Matta yang menempati posisi paling strategis saat ini, bisa jadi Fahri adalah benteng terakhir faksi Anis Matta di PKS.

"Ini bukan perlawanan Fahri Hamzah sebagai individu dengan partai. Ada skenario besar pembersihan, rezim berkuasa sekarang ingin menaruh orang mereka di posisi politik. Pergantian faksi yang menguasai partai, mereka ingin menempatkan orang-orang faksinya menempati jabatan politik. Apakah ketua komisi, ketua fraksi, atau wakil ketua DPR," kata Hasan Nasbi, Chief Executive Officer (CEO) Cyrus Network, Rabu (13/1/2016).

Soal 'sengketa' dua faksi di PKS sebenarnya sudah cerita lama, kalau tidak mau dibilang rahasia umum. Sampai -sampai ada istilah faksi keadilan dan faksi sejahtera yang jadi candaan di internal PKS sendiri. Kini faksi DPP PKS pimpinan Presiden partai Sohibul Iman yang telah mengembalikan slogan PKS sebagai partai "bersih, peduli, dan profesional", sedang berupaya mengembalikan PKS ke jalan awalnya.

Namun kita tak membicarakan dua faksi yang jadi cerita panas di internal PKS itu saat ini. Yang terlihat saat ini faksi yang sedang berkuasa di PKS sedang berupaya menempatkan orang-orangnya di jabatan strategis, salah satunya Wakil Ketua DPR. Wajar saja Fahri melawan, karena Wasekjen PKS era Anis Matta itu adalah peninggalan kekuasaan faksi PKS sebelumnya yang masih bercokol di posisi penting.

Lalu apakah faksi PKS yang berkuasa bakal sukses menggeser Fahri, menempatkan orangnya di Wakil Ketua DPR, sekaligus mengucap good bye ke faksi Anis Matta?

"Kalau berdebat bisa saja, tapi ini kan penempatan orang-orang yang ada di DPR sepenuhnya kewenangan partai dan kewenangan fraksi. Sepanjang mereka punya argumentasi yang bagus mereka bisa saja ganti," katanya.

disadur dari situs detik news

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...