Perlu tetap Diwaspadai Surplus Neraca Perdagangan

Muchdi
Muchdi

Perlu tetap Diwaspadai Surplus Neraca Perdagangan

 Jakarta - Badan Pusat Statistik merilis data neraca perdagangan Agustus 2015. Tercatat nercara perdagangan pada bulan tersebut surplus US$433,8 juta. Secara kumulatif dari Januari hingga Agustus 2015 juga surplus US$6,22 miliar. BPS juga mencatat ekspor mengalami pertumbuhan 10,8% dan impor juga tumbuh 21,7%.

Namun, Menteri Perdagangan Thomas Lembong mengatakan fenomena tersebut jangan terlalu dianggap berlebihan. Ia melihat neraca perdagangan di bulan-bulan selanjutnya akan mengalami volalitas atau naik dan turun. Pergerakan neraca perdagangan, kata dia, harus dilihat secara menyeluruh dan fundamental.

"Trennya masih prihatin dan sangat perlu diwaspadai. Bulan-bulan ke depan akan naik turun," ucap Lembong di kantornya, Jakarta, Rabu (16/9).

Hal tersebut diungkapkannya setelah membaca artikel mengenai pertumbuhan perdagangan global yang dalam tiga tahun belakangan berada di bawah pertumbuhan ekonomi dunia. Rendahnya pertumbuhan perdagangan tersebut, nilai dia, terjadi karena kondisi perdagangan global yang berat.

"Saya akan jelaskan lebih detail di kesempatan lain apa yang jadi faktor penyebab perdagangan ini berat. Kondisi global masih berat dan jadi tantangan bagi kita. Kami akan kerja keras dan tegas untuk mengimplementasi segala kebijakan mendorong ekspor dan rasionalisasi impor," jelas Lembong.

32 permendag

Di kesempatan yang sama, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Karyanto mengatakan Jumat pekan ini (18/9), pihaknya akan merilis 32 Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) sebagai bagian dari paket kebijakan ekonomi. Seluruh permendag itu bertujuan untuk mendorong ekspor dan investasi di Indonesia.

"Misalnya akan ada beberapa LS (laporan suveyor) dihapuskan. Nanti kita umumkan detailnya Jumat," kata Karyanto.

Ia memang mengakui belum seluruh Permendag tersebut yang sudah disetujui oleh Kementerian Koordinator Perekonomian. Namun, Karyanto optimistis pada Jumat nanti, seluruh kebijakan turunan tersebut akan rampung dan siap disosialisasikan ke para pelaku usaha.

"Berlakunya nanti di setiap Permendag ada. Lalu, masih butuh sosialisasi dulu kan," imbuh Karyanto.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});