Permintaan Dolar AS Meningkat

Permintaan Dolar AS Meningkat

WinNetNews.com - Permintaan dolar Amerika Serikat (AS) cukup besar menjelang akhir tahun 2015 telah membuat nilai tukar rupiah kembali tertekan terhadap dolar AS.

Mengutip data Bloomberg, Rabu (30/12/2015), rupiah dibuka melemah 0,43 persen atau 59 poin ke level 13.757 per dolar AS dari penutupan perdagangan kemarin di kisaran 13.698 per dolar AS.

Dolar AS sempat sentuh level tertinggi terhadap rupiah di kisaran 13.888. Hingga Rabu siang ini, rupiah bergerak di kisaran 13.709-13.835 per dolar AS.

Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), rupiah melemah 0,99 persen ke level 13.794 per dolar AS pada 30 Desember 2015 dari posisi 29 Desember 2015 di level 13.658 per dolar AS.

Analis PT Bank Woori Saudara Indonesia Tbk Rully Nova menuturkan, harga komoditas tertekan dan kebutuhan dolar AS meningkat jelang akhir tahun 2015 telah membuat rupiah tertekan terhadap dolar AS.

Tekanan rupiah tersebut masih wajar. Lantaran saat ini juga sentimen eksternal belum terlalu mempengaruhi rupiah.

"Permintaan ritel untuk dolar AS membuat rupiah melemah. Sedangkan dari AS belum banyak pengaruh karena belum ada rilis data. Ini lebih kepada permintaan kebutuhan ritel," ujar Rully.

sumber dari liputan6, Jakarta