Pernah Dengar Tes USG Salah Prediksi Kelamin? Ini Lho Alasannya

Rani
Rani

Pernah Dengar Tes USG Salah Prediksi Kelamin? Ini Lho Alasannya

WinNetNews.com - Meskipun kerap kali benar, dalam realitanya cukup banyak orang tua yang kaget tatkala mengetahui jenis kelamin anak yang baru saja dilahirkan ternyata berbeda dengan yang disebutkan saat melakukan tes USG saat masih di dalam kandungan. Pakar kesehatan menyebutkan jika hal ini ternyata memang bisa terjadi karena berbagai sebab. Berikut adalah beberapa faktor yang menyebabkan kesalahan prediksi jenis kelamin bayi oleh tes USG.

Tes USG di usia yang tidak tepat

Pakar kesehatan menyebutkan jika tes USG sebaiknya dilakukan pada minggu ke 18 hingga 20 kehamilan jika kamuingin mengetahui prediksi jenis tes kelamin yang akurat. Jika tes USG ini dilakukan pada minggu sebelumnya, seringkali yang terlihat adalah tuberculum genital, bukannya bagian luar kelamin janin. Sementara itu, jika tes USG dilakukan setelahnya, kelamin biasanya semakin sulit dilihat karena ukuran bayi yang sudah bertambah besar.

Peralatan USG yang sudah kuno

Beberapa klinik kesehatan masih menggunakan peralatan USG yang sudah kuno sehingga tidak bisa memberikan prediksi jenis kelamin bayi yang tepat.

Posisi bayi yang tidak ideal di dalam janin

Ada sebagian ibu hamil yang mengaku jika saat melakukan tes USG, mereka tidak bisa melihat jenis kelamin buah hatinya. Hal ini terjadi karena bayi berada dalam posisi sungsang, menyilangkan kedua kakinya, atau meletakkan tangannya di kelamin. Hal ini bisa saja membuat sonographer keliru memprediksi jenis kelamin sang buah hati.

Ibu terlalu gemuk

Meskipun ibu hamil memang sebaiknya menambah berat badannya, namun ada baiknya mereka tidak meningkatkan berat badannya terlalu berlebihan. Tak hanya bisa membuat mereka beresiko mengalami masalah keseahtan, ibu hamil yang terlalu gemuk juga membuat gambar yang dihasilkan saat melakukan tes USG menjadi kurang jelas. Hal ini ternyata bisa berpengaruh pada prediksi jenis kelamin bayi yang tidak akurat.

Apa Reaksi Kamu?