Pernah Disuruh Telanjang, Jennifer Lawrence Mengaku Dilecehkan Justru Oleh Produser Wanita

Pernah Disuruh Telanjang, Jennifer Lawrence Mengaku Dilecehkan Justru Oleh Produser Wanita Jennifer Lawrence/Istimewa

WinNetNews.com – Kotak Pandora Hollywood gegara skandal pelecehan seksual yang dilakukan oleh Harvey Weinstein. Kini semakin banyak selebriti yang bicara tentang pengalaman mereka dilecehkan oleh produser atau sutradara. Salah satu artis yang pernah menjadi korban pelecehan seksual yakni si cantik Jennifer Lawrence.

Aktris yang namanya meroket setelah berperan sebagai Katniss di franchise ‘The Hunger Games’ tersebut menceritakan juga pernah dilecehkan oleh produser dan sutradara. Jennifer mengungkapkan bagaimana seorang produser wanita pernah menyuruhnya untuk telanjang.

“Seorang produser wanita menyuruhku untuk berdiri telanjang dengan sekira 5 perempuan yang jauh lebih kurus dariku. Dan kami semua berdiri bersebelahan dengan hanya plester menutupi bagian pribadi kami,” cerita Jennifer seperti dikutip dari Variety, Rabu (18/10/2017).

image0

Tak cukup hanya dilecehkan dengan diminta berdiri telanjang, Jennifer juga dipermalukan. Produser wanita itu menyebutnya gendut dan menyuruhnya menggunakan foto telanjangnya dengan lima perempuan lain sebagai inspirasi untuk diet.

“Setelah merendahkan dan mempermalukanku, produser wanita itu menyuruhku untuk menggunakan foto telanjangku sebagai inspirasi untuk berdiet,” papar Jennifer.

Mencoba mencari penenangan, Jennifer mengadu ke seorang sutradara atas apa yang telah dialaminya. Sayangnya, sutradara pria ini malah mengutarakan kalimat yang tak pantas didengar.

“Dia (sutradara) tidak tahu mengapa semua orang menganggap aku sangat gendut. Dia berpikir aku memiliki tubuh yang sempurna ‘untuk ditiduri’,” terang Jennifer.

image1

Jennifer menjelaskan jika ia merasa tak punya kekuatan untuk membela diri dan menolak apa yang dilakukan sutradara dan produser tersebut. Karena itu, demi keberlangsungan kariernya, aktris 27 tahun itu hanya diam saja sampai sekarang.

“Aku tidak bisa membuat seorang produser atau seorang sutradara atau pimpinan sebuah studio dipecat. Aku biarkan diriku diperlakukan seperti itu karena aku merasa aku harus melakukannya demi karierku,” jelas Jennifer.

Mengungkapkan cerita tak menyenangkannya di tengah kontroversi pelecehan seksual oleh Harvey Weinstein, publik pun bertanya-tanya apakah sutradara yang dimaksud Jennifer adalah Weinstein. Tapi aktris dengan bayaran tertinggi periode 2015 dan 2916 itu mengatakan jika dirinya tak pernah punya pengalaman buruk dengan Weinstein.

“Aku bekerja dengan Harvey lima tahun lalu dan tidak pernah mengalami pelecehan itu atau mengetahui tuduhan-tuduhan tersebut,” kata Jennifer.