Pernyataan Dirut PLN Terkait Kasus Suap PLTU Riau

Cindy Cesilia
Cindy Cesilia

Pernyataan Dirut PLN Terkait Kasus Suap PLTU Riau Foto:Istimewa

WinNetNews.com- Komisi Pemberantasan Korupsi masih terus melakukan pencarian bukti tekait dugaan suap di proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap atau PLTU Riau 1. Pada Senin 16/7/2018 malam, KPK sudah  melakukan penggeledahan di kantor pusat PLN. 

Hal ini adalah kelanjutan dari operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Anggota Komisi VII DPR RI, Eni Maulani Saragih atas dugaan suap proyek PLTU Riau 1 yang diduga diberikan oleh pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, Johannes B. Kotjo.

Sebelumnya, pada Minggu 15/7/2018 rumah dirut PLN, Sofyan Basir pun sudah digeledah KPK. Sementara itu, menurut Sofyan Basir mengaku tidak tahu peran dari Anggota Parlemen tersebut di proyek PLTU Riau 1. 

"Kalau sesuatu yang mencurigakan kalau ada laporan masyarakat atau proyek yang enggak jalan-jalan, maka baru DPR secara aktif mungkin bisa masuk. Tetapi, aku juga enggak tahu UU-nya," kata Sofyan.

Ia menjelaskan, proyek itu digarap oleh anak usaha PLN, yaitu PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) yang memegang saham sebesar 51 persen di proyek tersebut. PJB disebut berhak memilih mitra konsorsium melalui penunjukkan langsung, karena proyek tersebut dipayungi oleh Peraturan Presiden. 

Adapun konsorsium mitra PJB yang memegang saham 49 persen adalah konsorsium PT Samantaka Batubara (anak usaha BlackGold) dan China Huadian Engineering Co.Ltd. (CHEC). 

Sampai saat ini, Sofyan mengatakan, dirinya masih menunggu laporan dari anak perusahaan, yaitu PT PJB. Ia juga yakin bahwa anak usaha PLN itu tidak terlibat suap.  "Insya Allah," kata Sofyan. 
 

Apa Reaksi Kamu?