Pernyataan Presiden Duterte Tentang Hukuman Mati Mary Jane di Indonesia

Pernyataan Presiden Duterte Tentang Hukuman Mati Mary Jane di Indonesia

Selasa, 13 Sep 2016 | 07:44 | Fellyanda Suci Agiesta

WinNetNews.com - Setelah Presiden Filipina Rodrigo Duterte kembali pada hari Sabtu dari kunjungan 24 jam di Jakarta, pada Sabtu (10/9), Presiden Duterte langsung menyampaikan hasil pembicaraannya dengan Presiden Joko Widodo terkait kasus Mary Jane Veloso, yang dihukum oleh pengadilan Indonesia karena penyelundupan obat dan dihukum mati.

"Ada hal-hal yang saya tidak bisa ungkapkan sekarang karena tidak akan sesuai dengan perilaku yang baik dan perilaku yang tepat. Biarkan aku berbicara dengan keluarga yang pertama karena jika saya mengatakan sesuatu sekarang, aku akan telegraphing pesan saya. Apakah itu baik atau buruk, Anda harus mempertimbangkan perasaan keluarga yang pertama, "kata Presiden wartawan.

Menteri Luar Negeri Perfecto Yasay Jr mengatakan kedua pemerintah merasa ada desakan untuk mengambil tindakan pada kasus ini.

"Eksekusi nya dijadwalkan telah ditangguhkan karena ia (Mary Jane) akan bersaksi dalam kasus pengendapan terhadap perekrut ilegal nya. Setelah menuntut perekrut ilegal yang (merupakan salah satu) para pelaku utama di sini, dan jika ternyata dalam uji coba di Filipina yang Mary Jane (adalah) korban, maka pada saat itu kita dapat meminta grasi segera, " kata Yasay., seperti dikutip dari AFP .

Mary Jane diberikan menit-menit terakhir penangguhan hukuman dari eksekusi pada bulan April tahun lalu setelah penyerahan perekrut nya, Kristina Sergio dan pasangannya Julius Lacanilao, di Filipina.

Mary Jane ditangkap pada bulan April 2010 di bandara Yogyakarta di Indonesia setelah 2,6 kilogram heroin ditemukan di bagasi nya.

Dia dijatuhi hukuman mati pada bulan Oktober 2010. Pihak berwenang Indonesia mengatakan eksekusi Mary Janetelah ditunda dalam pandangan dari komitmen untuk menghormati proses hukum Filipina. Dia diharapkan untuk bersaksi pada kasus perdagangan manusia terhadap perekrut nya.

Presiden sebelumnya mengatakan ia akan meminta pada Jokowi untuk memberikan keringanan pada Mary Jane . "Jika pembelaan saya akan jatuh pada telinga tuli, saya siap menerimanya-karena alasan sederhana saya tidak meragukan sistem peradilan Indonesia," katanya.

Jika Jokowi menolak permohonan itu, Duterte mengatakan ia akan tetap bersyukur bahwa Mary janetelah diperlakukan dengan baik.

"Karena semuanya, kita memiliki undang-undang untuk diikuti dan jika itu terjadi lain ... atau sebaliknya, saya juga mungkin di akhir penerimaan begitu banyak permohonan belas kasihan-dan saya tidak akan pernah tahu apa atau bagaimana reaksinya" tambah Duterte.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...