Perpunas Beri Akses Gratis untuk Buku-buku 'Kiri' Termasuk Buku Berbau Komunisme

Perpunas Beri Akses Gratis untuk Buku-buku 'Kiri' Termasuk Buku Berbau Komunisme

WinNetNews.com - Terkait dengan isu pemberhangusan literasi dari buku-buku 'kiri' berbau komunisme, sungguh sangat ironi dan mencoreng peringatan Hari Buku Nasional yang jatuh tepat di tanggal 17 Mei lalu.

Hal ini pun menurunkan tingkat kepercayaan publik terhadap Perpustakaan Nasional RI (Perpunas). Menanggapi hal itu, Perpunas pun melakukan konfirmasi yang menyatakan bahwa Perpuna tidak melakukan tindakan pemberhangusan buku-buku langka seperti buku terkait komunisme.

Untuk mendapatkan kembali kepercayaan publik, Perpunas pun memberikan jaminan akses gratis bagi mereka yang akan memanfaatkan buku yang masuk kategori khusus. Tak ada pungutan biaya untuk penelitian atau pendidikan. Kategori khusus ini termasuk misalnya buku langka atau buku terkait komunisme.

"Koleksi khusus, pemanfaatannya hanya minta izin saja. Tidak ada biaya sepeser apapun. Kalau untuk pendidikan penelitian akan kami beri akses. Tidak benar ada biaya di dalamnya," jelas Kepala Jasa Perpus Pusat dan Informasi, Titiek Kusmiyati dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (18/5/2016)

"Yang penting ada izin tentang pemanfaatan koleksi tersebut," tambah dia.

Baca juga: Perpunas RI Bakar Buku-buku Kiri Berbau Komunisme?

Salah satu koleksi khusus antara lain karya-karya Pramudya Ananta Toer yang tersimpan dan dirawat dengan baik. Ada juga naskah kuno.

"Untuk memanfaatkan koleksi kami harus minta ke pustakawan mana koleksi yang dibutuhkan. Itu ada koran dan tidak hanya buku," tutup dia.

Tidak hanya itu, Perpusnas juga membuka pintu bagi masyarakat yang memiliki naskah kuno dan langka yang tak terawat. Bahkan Perpusnas siap membelinya.

"Naskah kuno langka yang tak terawat kita imbau ke kitakan. Malah akan kita beli jika perlu," jelas Plt Kepala Perpusnas Dedi Junaedi di kantornya di Jakarta, Rabu (18/5/2016).

"Karena di sini akan kita rawat dengan baik," tegas dia lagi.

Hal senada juga disampaikan Kepala Jasa Perpus Pusat dan Informasi, Titiek Kusmiyati. Dia menegaskan, nantinya naskah itu akan dirawat dan bisa digunakan untuk penelitian dan pendidikan. Perpusnas membuka akses ke masyarakat gratis untuk pemanfaatannya.

"Yang penting ada izin tentang pemanfaatan koleksi tersebut," tambah dia.