Pertama Kali dalam Sejarah 1.400 Tahun, Arab Saudi Larang Warganya Umrah
Foto: Asian Muslim

Pertama Kali dalam Sejarah 1.400 Tahun, Arab Saudi Larang Warganya Umrah

Kamis, 5 Mar 2020 | 15:10 | Khalied Malvino

Winnetnews.com - Sejak zaman kenabian, umrah sudah menjadi bagian kehdiupan penduduk Arab Saudi serta warga Muslim di seluruh dunia. Namun untuk pertama kalinya, umrah kini harus ditunda menyusul perkembangan virus corona atau COVID-19 yang mulai bermunculan di berbagai negara.

Laporan Channel News Asia (CNA) menyebutkan, Pemerintah Arab Saudi akan menunda umroh dan kunjungan lainnya ke Arab Saudi yang bersifat temporer. Pemberlakuan penundaan ini tidak hanya untuk penduduk Arab Saudi saja, melainkan untuk seluruh masyarakat yang datang ke Arab Saudi.

“Kami (Pemerintah Arab Saudi) juga sudah mengindikasikan penundaan ibadah haji tahun ini. Jika hal itu terjadi, ibadah haji dan umrah sama-sama ditunda, otomatis Arab Saudi tidak akan memiliki pendapatan dari sisi tersebut selama setahun ke depan,” bunyi pernyataan tersebut, seperti dilansir Bisnis.com, Kamis (5/3).

Di sisi lain, penundaan ibadah haji dan umrah di tengah epidemi virus corona adalah langkah yang bisa dipahami. Dalam setahun, Arab Saudi bisa menerima hingga 18,3 juta jemaah yang datang untuk melakukan umrah.

Jika jutaan jemaah itu berkumpul di satu tempat dan salah satunya terindikasi tertular virus corona, maka penyebaran menjadi hal yang sulit dihindarkan.

"Hal tersebut adalah langkah waspada yang bisa dipahami walaupun akan menimbulkan konsekuensi ekonomi," ujar Karen Young, akademisi dari American Enterprise Institute.

Karen menambahkan bahwa penundaan ibadah umroh dan haji akan menjadikan tahun 2020 sebagai tahun yang berat bagi Arab Saudi. Sebab, Arab Saudi cukup bergantung pada sisi wisata religius untuk menutupi dampak dari penurunan harga minyak dunia. Jika tidak ada pemasukan dari sisi wisata religius, maka pertumbuhan ekonomi Arab dipastikan akan menurun.

"Akan menjadi pukulan yang telak apabila wisata religius, yang merupakan bagian dari reformasi ekonomi Arab Saudi, terganggu," ujar Karen. Sebagai catatan, per hari ini, sudah ada dua kasus virus corona (COVID-19) di Arab Saudi.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...