Pertama Kalinya Sejak Tahun 2017, "Hallyu Ban" di China Akhirnya Dicabut!
Foto: Naver.com

Pertama Kalinya Sejak Tahun 2017, "Hallyu Ban" di China Akhirnya Dicabut!

Selasa, 30 Jun 2020 | 13:33 | Nisa Diniah

Winnetnews.com - Hubungan antara China dan Korea Selatan sempat memanas menyusul pengumuman penyebaran sistem antirudal Terminal High Altitude Area Defense (THAAD). Pada tahun 2017, pemerintah China memprotes kebijakan Korea Selatan untuk menyebarluaskan sistem antirudal berteknologi tinggi.

Karena hal tersebut, pemerintah China akhirnya mengeluarkan larangan terhadap konten budaya Korea di China. Tak hanya melarang grup K-Pop, aktor dan aktris Korea melakukan promosi di China, beberapa drama kerjasama Korea-China juga ditunda perilisannya karena masalah ini. 

Bahkan memanasnya hubungan kedua negara membuat sejumlah pembatalan tanpa penjelasan pada jadwal artis-artis Korea karena efek dari keputusan THAAD tersebut. Setelah beberapa tahun berlalu, China akhirnya resmi mencabut larangan budaya Korea di negeri tirai bambu tersebut.

Dilansir dari Naver, Organisasi Pariwisata Korea (KTO) mengungkapkan bahwa mulai 1 Juli 2020, pihaknya akan kembali menggelar promosi melalui perusahaan travel Trip.com milik Ctrip, "Super Boss Live Show". Ini menjadi kali pertama bagi Korea Selatan untuk kembali melakukan promosi pariwisata di China sejak tahun 2017.

image0
Foto: Naver.com

Salah satu co-Founder Trip.com, Liang Jianzhang akan berpartisipasi sekaligus memperkenalkan berbagai akomodasi, diskon dan penawaran produk menarik lainnya di acara "Super Boss Live Ctrip". Acara tersebut dijadwalkan tayang pada 1 Juli 2020 pukul 8 malam waktu China selama 40 menit.

Acara "Super Boss Live Ctrip" juga akan menawarkan lebih dari 60 paket perjalanan, termasuk berbagai hotel terkenal, Everland dan Nami Island. Paket tersebut bisa dibeli melalui aplikasi WeChat dan Ctrip.

Dengan dicabutnya "Hallyu Ban" di China, para penggemar K-Pop mengaku senang karena selebriti Korea kemungkinan akan kembali beraktifitas dengan normal di China, terutama bagi grup-grup yang memiliki member dari China yang sempat mengalami kesulitan untuk promosi disana karena larangan ini. 

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...