Skip to main content

Pertamina dan Rekind Bangun Jaringan Gas Cirebon-Semarang

Pertamina dan Rekind Bangun Jaringan Gas Cirebon-Semarang
Pertamina dan Rekind Bangun Jaringan Gas Cirebon-Semarang

PT Pertamina Gas (Pertagas) siap bekerjasama dengan PT Rekayasa Industri (Rekind) di dalam pembangunan dan pemanfaatan jaringan pipa gas Cirebon–Semarang (Cisem) sepanjang 255 kilometer (km).

Presiden Direktur Pertagas Hendra Jaya mengungkapkan melalui kerjasama tersebut Pertagas optimistis pembangunan infrastruktur gas Cisem akan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi secara merata di Pulau Jawa.

"Mimpi Pertagas adalah membangun jalur pipa gas di Jawa yang lebih panjang dari jalan Anyer–Panurukan yang dibangun oleh Daendels,” ujar Hendra melalui keterangan resmi, Senin (13/7).

Seperti yang diketahui, pada 19 Maret kemarin Pertagas dan Rekind telah meneken nota kesepahaman mengenai teknis pembangunan proyek yang diprediksi menelan nilai investasi mencapai US$ 170 juta dengan kapasitas 350 juta kaki kubik per hari (mmscfd) tersebut.

Sebelumnya, Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Andi Noorsaman Sommeng mengatakan pembangunan proyek pipa Cisem sudah dimulai Juni kemarin dan ditargetkan bisa rampung pada 2019 mendatang.

"Untuk teknis kerjasamanya kami serahkan ke dua perusahaan. Tapi Rekind akan tetap menjadi kontraktornya," ucap Andi.

Selain tengah mengupayakan kerjasama dengan Rekind, Hedra juga optimistis pembangunan pipa transmisi gas ruas Gresik-Semarang (Gresem) sepanjang 267 km bisa rampung dalam waktu dekat. Ini mengingat hingga 22 Mei kemarin jaringan pipa pertama ke stockyard Stasiun Alas Tuo, telah mencapai 53 persen.

"Kami targetkan selesai pada kuartal pertama 2016,”

Sebagaimana diketahui, jaringan pipa Gressem memiliki diameter 28 inchi dan maksimal mampu mengalirkan 500 juta kaki kubik gas per hari (mmscfd). Pipa ini membentang dari Provinsi Jawa Timur hingga Jawa Tengah ini melewati tujuh Kota/Kabupaten yakni Gresik, Lamongan, Bojonegoro, Blora, Grobogan, Demak, dan Semarang.

Hendra menambahkan, pembangunan pipa Gressem dilakukan untuk memasok kebutuhan gas dari pembangkit listrik dan industri di sepanjang jalur pipa. Pada 2016 hingga 2018, rencananya ruas ini akan memperoleh pasokan dari gas excess Kangean dan Husky sebesar 30 mmscfd.

Pasokan gas yang melewati ruas ini akan diambilkan dari pasokan Cepu Lapangan Jambaran-Tiung Biru dan Cendana sebesar 100 mmscfd.

"Tentunya ketersediaan infrastruktur gas menjadi kunci penting demi mencapai target tersebut,” kata Hendra.

Selain Gresem, Pertagas juga diketahui membangun pipa gas ruas Porong – Grati (Porti) serta jalur lainnya yakni ruas Cirebon–Semarang (Cisem). Pipa Porong (Sidoarjo) – Grati (Pasuruan) dibangun sepanjang 56 km dengan diameter pipa 18 inchi dan berkapasitas maksimal 120 mmscfd saat ini progress pekerjaannya sudah mencapai 60 persen.

(cn)

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top