Pertamina : Ikut Pemerintah Saja

Muchdi
Muchdi

Pertamina  :  Ikut Pemerintah Saja

 WinNetNews.com - Terkait kebijakan harga bahan bakar minyak (BBM), PT Petamina (Persero) menyatakan siap menjalankan keputusan apapun yang bakal diambil pemerintah.

Hal itu akan dilakukan seiring dengan munculnya wacana pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Bahan Bakar untuk Kendaraan Bermotor (PBBKB), Ujar SVP Marketing and Distribution Pertamina, M. Iskandar .

"Jadi kami menunggu saja. Ini kan kebijakan pemerintah. Pertamina kan ikut pemerintah saja," kata dia usai peresmian uji pasar Pertalite di Lampung, Selasa (6/10/2015).

Pertamina berharap kalaupun tidak bisa dibebaskan seluruhnya, minimal ada pengurangan pajak. Misalnya PBBKB yang harusnya 5 persen menjadi hanya 2 persen. Berkurangnya penerimaan negara, menurut Iskandar, tidak layak menjadi alasan pemerintah untuk menolak alternatif solusi ini. Sebab, pemerintah pun telah mendapat ruang fiskal ratusan triliun lebih lebar dari penghapusan subsidi BBM.

"Masa Pertamina harus mensubsidi pemerintah," kata dia.

Defisit yang ditanggung Pertamina dari distribusi Premium belum surut, masih di kisaran Rp 15 triliun. Hanya saja, Iskandar menegaskan, dihapuskannya PPN dan PBBKB tidak serta merta membuat harga Premium jadi Rp 6.500 per liter.

"Enggak benar itu. Kan itu hitungan tadi tidak benar. Yang dia hitung kan crude, bukan harga produk," jelas Iskandar.

Padahal, kata Iskandar, harga patokan produk beroktan 88 di pasar dunia tidak turun seperti harga minyak mentahnya. "Di internasional itu ada publikasi (harga) crude dan publikasi produk juga ada. Nah pengamat tidak pernah melihat publikasi produk itu. Publikasi produk ini Premium enggak turun lho walaupun minyak mentahnya turun," tandas Iskandar.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});