Pertarungan Sengit Kakao & Naver Atas Saham SM Entertainment, Ini Reaksi Netizen

Nisa Diniah

Dipublikasikan 6 bulan yang lalu • Bacaan 1 Menit

Pertarungan Sengit Kakao & Naver Atas Saham SM Entertainment, Ini Reaksi Netizen
Foto: Knetizen.com

Winnetnews.com -  Dua perusahaan besar Korea Selatan yakni Naver dan Kakao Entertainment tampaknya sedang bersaing untuk mengakuisisi saham di SM Entertainment. Langkah tersebut diungkap sebagai cara untuk memperluas aktivitas pasar global.

Menurut laporan dari industri perbankan investasi, Naver dan Kakao Entertainment sedang membahas rencana akuisisi saham SM Entertainment. Saham yang akan diperebutkan saat ini dimiliki oleh pemegang saham terbesar SM Entertainment yakni Lee Soo Man.

Kesepakatan itu kemungkinan akan melibatkan seluruh atau sebagian saham Lee Soo Man. Kedua kandidat sedang membahas cara untuk memperdagangkan saham baru atau menukar saham, untuk menghasilkan kesepakatan yang ideal.

Naver dan Kakao Entertainment dikenal telah memiliki banyak produksi dan distribusi konten seperti webtoon, webnovel, musik hingga radio. Mereka kerap bersaing di bidang ini.

Lee Soo Man dilaporkan memutuskan hal itu untuk lebih meningkatkan perusahaan. Dia kabarnya tidak berniat untuk mewariskan sahamnya di perusahaan kepada anak-anaknya kelak.

Kabar persaingan sengit Naver dan Kakao ini menuai perhatian dari netizen Korea. Beberapa netizen masih penasaran alasan Lee Soo Man menjual sahamnya. Sementara netizen lain khawatir karena hal itu mungkin bisa menghilangkan kebebasan bagi agensi untuk membuat rencana.

"Aku rasa pasar K-pop akan banyak berubah," kata netizen dikutip Theqoo via Knetizen.

"Mengapa Lee Soo Man menjual sahamnya??? Apa yang terjadi pada SM jika pemegang saham terbesar berubah?," tutur netter lain.

"Akankah Lee Soo Man pensiun? Mengapa dia menjual semua sahamnya?," ujar netter lain.

"Ini bukan berita buruk untuk SM tapi kabar baik untuk SM," sahut netter lain.

"Aku tidak suka ini tapi Naver lebih baik dari Kakao," ucap netter lain.

"Wow, Lee Soo Man menjual SM? Apa yang terjadi dengan K-pop?," tambah netter lain.

"Aku khawatir ini akan menghilangkan kebebasan untuk membuat rencana," pungkas yang lainnya. 

Share This Story

RELATED ARTICLE

Loading interface...